Wabup Malang Ingin Peninggalan Kerajaan Singosari Kembali ke Museum Singhasari

Candi Singosari
Salah satu peninggalan kerajaan Singosari berupa candi Singhasari

BERITABANGSA.COM-MALANG – Peninggalan kerajaan Singosari bernilai tinggi tidak sedikit berada di luar, kolektor asing atau dalam negeri.

Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto, bertekad kuat untuk mengumpulkan barang dan benda bersejarah itu dan menempatkan di Museum Singhasari milik Kabupaten Malang.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1023

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto saat membuka gelaran budaya Retropeksi Berdamai dengan Masa Lalu di Museum Singhasari, Kecamatan Singosari, Selasa (15/11/2022).

Gatot mengatakan, beberapa waktu lalu informasi dari media sosial, kolektor dari Belanda telah mengembalikan sebagian kecil barang sejarah milik kerajaan Singosari.

“Proses pengembalian barang bersejarah itu disampaikan pada kolektor. Saya secara pribadi atas nama Pemkab Malang ikut bersalah, karena pengembalian barang tersebut bukan pada kolektor tapi pada kita pemegang mandat dari warga masyarakat,” kata Didik Gatot Subroto.

Berita Menarik Lainnya:  Sejarah Singo Ulung, Si Maskot Bondowoso di Porprov VII Jatim 2022

Ditambahkan, nilai-nilai barang dan benda bersejarah itu, pihaknya berharap untuk disampaikan pada generasi penerus bahwa kerajaan Singosari merupakan kerajaan besar yang terkenal pada zamannya.

“Dengan sejarah yang dimiliki kerajaan Singosari yang pada zamannya mampu menguasai Asia Tenggara, maka dengan nilai historis tersebut bisa disampaikan pada anak cucu kita tentang nilai sejarah dan peninggalan barang dan benda bersejarah kerajaan Singosari,” imbuh Didik.

Wabup Malang berharap melalui pameran retropeksi dengan tema “Berdamai dengan Masa Lalu” bisa mempertahankan nilai-nilai budaya masa lalu sekaligus mengenalkan budaya dan tradisi masa lalu pada generasi penerus bangsa.

Berita Menarik Lainnya:  Kisah Kusuma, Anak Roro Anteng dan Joko Seger Rela Jadi Korban Kawah Gunung Bromo

“Harapan saya, moment atau semangat yang kita dapatkan, sebenarnya kita diajak bersama-sama untuk mempertahankan serta sekaligus mengenalkan budaya ini pada anak, cucu kita, sehingga budaya yang kita miliki ini tidak luntur oleh waktu dan dikenang selamanya,” tandas pria yang pernah menjabat Ketua DPRD Kabupaten Malang ini.

Sementara itu, anggota DPRD provinsi Jawa Timur dari daerah pemilihan (Dapil) Malang Raya dari PDI Perjuangan, Sri Untari Bisowarno menyampaikan, sejarah mencatat, leluhur bangsa Indonesia yang hebat dan luar biasa untuk selalu dikenang,

“Kita tidak pernah tahu leluhur kita, kita ini lahir dan besar di Indonesia yang salah satunya dilahirkan oleh raja besar yang berada di Singosari, walaupun usia kerajaannya hanya 75 tahun saja,” beber Untari.

“Kita yang hidup di abad moderen ini berpikir umur Indonesia piro yo ?, biyen kerajaan Singosari umur e 75 tahun, kerajaan Majapahit 150 tahun (Indonesia berapa ya, dulu kerajaan Singosari umurnya 75, Mojopahit 150 tahun), ketika kita melewati HUT RI ke 77, saya tenang, namun apakah Indonesia mampu atau bisa sampai menuju Indonesia emas 100, itu yang harus kita tata ke depan,” tambah Untari.

Berita Menarik Lainnya:  Tradisi Unduh-Unduh GKJW Ngoro Sebagai Ungkapan Syukur Pada Tuhan

Untari berharap dalam menatap masa depan tanpa menoleh pada masa lalu, leluhur bangsa ini secara tidak langsung sudah memberikan Roadmap (arah strategis bangsa Indonesia).

“Bahwa dalam menatap masa depan kita harus melihat masa lalu kita, leluhur kita yang telah memberikan Roadmap sejarah keberadaan dan berdirinya negara Indonesia ini,” pungkas Sri Untari Bisowarno.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *