Tour Sejarah, Cara Unik Disdikbud Perkaya Wawasan Kebudayaan Guru Sejarah di Jombang

Tpur Sejarah
Kegiatan tour sejarah ketika berlangsung di Unit Pengelolaan Informasi Majapahit. Foto : Faiz

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Cara unik dan inspiratif, diterapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang. Selasa (29/11/2022) siang, studi sejarah digelar yang diikuti puluhan guru sejarah di SMP dan SMA se Kabupaten Jombang.

Sejatinya, kegiatan dimaksud merupakan salah satu rangkaian dalam pagelaran Workshop Cagar Budaya yang bertajuk “pelestarian cagar budaya Kabupaten Jombang.”

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Namun dikemas baik dengan melakukan studi sejarah, ke sejumlah tempat yang jadi tempat penyimpanan benda bersejarah di kota santri Jombang ini.

Tak tanggung-tanggung, pemandu dalam tour sejarah di empat tempat yang dikunjungi ini, dihadirkan langsung dari pihak arkeolog BPCB Jawa Timur, Andi Muhammad Said dan Ismail Lutfi.

Berita Menarik Lainnya:  Ikut Gathering Bank Indonesia, Wartawan Diduga Keracunan Makanan

Ismail Lutfi mengatakan, acara tersebut digelar bermaksud memperluas wawasan para guru yang mengajar siswa-siswi tentang sejarah.
Selain itu, juga disebutkan untuk memberitahukan jika di Jombang, menyimpan banyak benda yang bersejarah dan perlu terus dilestarikan.

“Karena pesertanya dari para guru yang mengajar sejarah, maka output yang kami harapkan adalah sebuah kesadaran pada para guru itu bahwa di Jombang memiliki banyak benda peninggalan di masa lampau yang memiliki kandungan informasi kesejarahan yang luar biasa,” ujarnya kepada Beritabangsa.com.

Kali pertama, para guru itu belajar dengan jalan-jalan santai di Unit Pengelolaan Informasi Majapahit yang terletak di Kabupaten Mojokerto. Kendati belajar santai, mereka terpantau tetap fokus menyimak penjelasan dari arkeolog BPCB Jatim tersebut.

Berita Menarik Lainnya:  Ikhtiar Dosen Unmuh Jember Tingkatkan Perekonomian Warga Desa Plalangan

Sewaktu waktu mereka ada yang mencatat di atas kertas catatan, maupun mengetik di gadget yang digenggam.

Berada di sana, mereka menghabiskan waktu sekitar dua jam-an. Mereka fokus diajarkan dengan penjelasan seputar sejumlah benda cagar budaya yang didapatkan dari tanah Jombang, yang kemudian disimpan dan dikelola di Unit Pengelolaan Informasi Majapahit setempat.

Usai kemudian, mereka mengunjungi Candi Arimbi yang terletak di Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.

Berada di situ, mereka dikenalkan seputar candi yang merupakan peninggalan agama Hindu dari masa Klasik Majapahit tersebut.

Berita Menarik Lainnya:  Dari Seminar Hingga Sendratari Lakon Kresna Meriahkan Festival Kresnayana VII

“Di candi Rimbi ini, kita fokusnya untuk memperhatikan berbagai rilek yang ada dalam kontek bagaimana menyampaikan informasi yang terdapat pada itu terhadap peserta didik. Kemudian nanti kami melanjutkan ke objek-objek lainnya, seperti sumberbeji, situs pandegong,” katanya.

Sementara itu, Ismail Lutfi mengharapkan para peserta betul-betul paham dan punya semangat untuk mencari tahu sejarah lainnya yang ada di Kabupaten Jombang. Selain itu juga diminta agar mensosialisasikan hasil tour sejarah itu, kepada siswa-siswi nya di sekolah.

“Harapannya nanti bisa disampaikan ke peserta didik, untuk menimbulkan rasa bangga, memiliki, dan percaya diri bahwa di wilayahnya terdapat peninggalan budaya yang sangat membanggakan,” tandasnya.

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *