Sejarah Singo Ulung, Si Maskot Bondowoso di Porprov VII Jatim 2022

Singo Ulung (Macan Putih) yang kini menjadi Maskot dalam Porprov VII Kabupaten Bondowoso

BERITABANGSA.COM-BONDOWOSO- Singo Ulung adalah kesenian tari menggunakan barongan dari Kabupaten Bondowoso. Singo Ulung biasanya dihadirkan dalam kegiatan kenegaraan dan biasanya untuk menyambut tamu kehormatan.

Singo Ulung ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda nasional asal Bondowoso oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) 2015 lalu.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Tari tradisional ini diciptakan oleh seorang pemuda brewok dengan pakaian kusam bernama Kiai Singo Wulu yang dihormati.

Kiai Singo disegani karena kesaktiannya. Dia adalah nama orang yang datang dari Ponorogo yang merupakan masih keturunan dari kerabat Bupati Ponorogo, Batoro Katong.

Berita Menarik Lainnya:  DKJT Selenggarakan Pameran Keris, Di Taman Budaya Jawa Timur

Dia mengembara untuk mendakwahkan Islam. Dalam perjalanannya Kiai Singo berhenti di sebuah hutan dan berteduh di bawah sebuah pohon di Desa Belimbing untuk istirahat.

Kedatangan Kiai Singo membuat penguasa hutan bernama Jasiman marah. Terjadilah perkelahian yang sengit antara keduanya menggunakan kayu rotan.

Jasiman sebagai penguasa hutan tidak mau mengalah, hingga pada saatnya Kiai Singo mengubah wujudnya menjadi ‘Sardula Seta’ atau Harimau Putih.

Jasiman tidak mampu melawan Kiai Singo yang kian memojokkannya dan tidak dapat berkutik, pada akhirnya Jasiman mengalah dan meminta pertarungan dihentikan.

Kiai Singo merupakan pendekar sakti yang sudah beragama Islam yang ternyata satu perguruan dengan Jasiman. Pemandangan yang biasa manusia dengan ilmu tingkat tinggi mampu mengubah wujudnya menjadi siluman harimau.

Berita Menarik Lainnya:  15 Kepala Daerah di Jatim Ditangkap KPK

Jasiman akhirnya masuk Islam dan menikahkan adiknya bernama Muna dengan Kiai Singo dan berganti nama menjadi Muslihah.

Dalam perjalanannya Kiai Singo dirasa cocok karena sangat sederhana dari penampilannya yang terkesan ulung.

Sampai saat ini Singo Ulung dikenal berasal dari Desa Blimbing, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso.

Pertunjukan Singo Ulung juga sebagai upaya tolak bala alias menjauhkan dari segala malapetaka. Makam Juk Seng atau Mbah Singo selalu dikunjungi masyarakat. Hal itu sebagai bentuk rasa syukur pada saat acara tradisional bersih desa.

Berita Menarik Lainnya:  Unit Reskrim Polsek Air Batu Polres Asahan Tangkap 2 Wanita Pengedar Sabu

Singo Ulung kini tetapkan sebagai maskot pada Porprov VII, karena Bondowoso menjadi tuan rumah bersama dengan Kabupaten Jember, Lumajang dan Situbondo.

Acara peresmian Si Ulung, Bupati Salwa Arifin mengatakan, dipilihnya Si Ulung sebagai maskot pada Porprov VII karena memiliki filosofi yang selaras dengan semangat para atlet Bondowoso.

“Untuk meraih prestasi yaitu cerdas, tangkas, dan sportif,” katanya.

Selain itu, Bupati Salwa berharap, dalam Porprov ini, para atlet yang akan berlaga mampu meraih prestasi gemilang dan meraih medali.

“Semoga bisa mengharumkan nama Bondowoso di pentas Olahraga Jawa Timur maupun tingkat Nasional,” harapnya.

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 1024x697

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *