Ketua Komisi D, Ajak Guru dan Murid SMPN 1 Randuagung Berkarakter Pancasila

Komisi D DPRD
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, Supratman SH, saat paparan di depan ratusan murid SMPN 1 Randuagung, sebelum nonton film PPK Jo Sahabat Sejati

BERITABANGSA.ID – LUMAJANG – Keadilan tidak harus sama besarnya, tapi harus proporsional. Hal ini disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, Supratman, Kamis (19/1/2023), usai memberi paparan kepada ratusan murid SMPN 1 Randuagung, Kabupaten Lumajang.

Selain itu, pihaknya juga mengajak semua murid yang hadir, beserta para Guru, untuk berkarakter Pancasila. Menurutnya, karakter pada sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, berarti,”Diri kita harus ber-Tuhan, ber-Agama sesuai keyakinannya masing-masing,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Pada sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Harus bisa memanusiakan manusia. Jika ada teman yang susah atau jatuh, itu harus ditolong tidak perlu ditanya agamanya apa, sukunya apa dan dari mana.

Berita Menarik Lainnya:  PMII Bondowoso Desak Ketua DPRD Tandatangani Tolak Kenaikan Sembako dan BBM

“Itulah wujud dari saling tolong- menolong dan saling membantu,” katanya.

Politisi PDIP ini, mengingatkan untuk jangan sekali-kali, kepala sekolah, guru dan anak-anak sekalian, mendapatkan paham, ideologi dan keyakinan yang tak sesuai dengan Pancasila.

“Saya berpesan, agar siswa yang tidak mampu bisa hadir di sini, bagaimana caranya, dicarikan solusi. Yang mampu mensubsidi yang tidak mampu, tapi jangan melanggar aturan. Saya prihatin jika masih ada siswa siswi yang tidak bisa hadir di tengah-tengah kita,” papar Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang ini.

Siswa-siswi yang katagori fakir, miskin dan yatim piatu harus mendapat fasilitas yang sama seperti murid lainnya. Kebijakan sekolah ini harus dilaksanakan di tempat lembaga satuan pendidikan.

Berita Menarik Lainnya:  Tepis Isu Perpecahan, Pilkada 2024 PKB Tetap Usung Duet Gus Muhdlor-Subandi

“Kami tidak ingin, anak-anak fakir, miskin dan yatim piatu tidak bisa hadir disini, karena alasan tidak punya uang. Sebagai pemimpin di lembaga satuan pendidikan, harus mampu melaksanakan penguatan pendidikan karakter (PPK) baik dari diri sendiri maupun dari lembaga,” terangnya.

Sekali lagi, wakil rakyat asal Kecamatan Senduro ini, tidak ingin ada anak-anak yang tidak hadir karena tidak punya uang, sebab ini tanggung jawab bersama-sama. Bagaimana caranya? Hal itu harus di musyawarahkan, cara mengatasi anak-anak yang tidak mampu.

“Umpamanya, sepulang dari sini, anak-anak sekalian bercerita, terkait kebahagiaan dan kesenangannya kepada teman-temannya yang tidak hadir, hal itu sangat membuat terenyuh hatinya,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  Ketua PP Bondowoso Minta Kadernya Aktif Sosialisasikan Wajib Bermasker

Hal seperti itu sudah pernah dirasakan Supratman, sebab tidak punya uang untuk membeli seragam olah raga, padahal kaos, pada waktu SMP. Ini tanggungjawab bersama dan harus bergotong royong, dalam rangka penguatan karakter.

Penguatan karakter berikutnya, yang dilakukan anak-anak dalam kehiduan sehari hari adalah kedisiplinan. Contohnya, bangun pagi dan sholat subuh tidak perlu dibangunkan oleh orang tua, sekaligus merapikan tempat tidurnya masing=masing. Ini salah satu pendidikan karakter yang ada di rumah.

“Semoga acara ini diberikan kesuksesan dan lancar, serta bermanfaat ketika ada tambahan ilmu terhadap PPK anak-anak. Terapkan jangan hanya dilihat, didengar dan dibaca saja, tapi terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 1024x697

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *