PTM di Jombang Tunggu Evaluasi Sampai Covid Melandai

Keterangan foto : PTM di Jombang yang sempat digelar.

Beritabangsa.com, Jombang – Sektor pendidikan menjadi satu dari sekian sektor yang sampai hari ini terimbas pandemi Covid-19. Pembelajaran tatap muka (PTM) masih harus dievaluasi kembali agar bisa digelar. Meskipun guru dan siswa sejatinya sudah menjalani vaksinasi.

Sembari akan dilakukannya evaluasi selama satu bulan kedepan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang akan memantau kasus perkembangan Covid di Kota Santri sampai tren covid melandai.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Kurangi Penularan Covid-19, Lima Mahasiswa ITS Gagas Alat Sterilisasi Buah
banner 1024x1023

Kepala Disdikbud Jombang, Agus Purnomo mengatakan pihaknya belum bisa memastikan kapan PTM di Jombang akan digelar. Dirinya masih akan melakukan evaluasi persiapan PTM. Dimana evaluasi yang dilakukan ialah melihat perkembangan Covid-19.

“Evaluasi selama satu bulan kedepan, sembari melihat Covid di Jombang bagaimana,” ucapnya pada Kamis (19/8/2021).

Sebagai syarat untuk menggelar PTM, yakni semua elemen di lembaga sekolah mulai dari tenaga pendidik, staf, hingga siswa sudah divaksin. Agus menyebutkan, seluruh guru dan siswa sekolah di bawah naungan Disdikbud Jombang sudah menjalani vaksinasi Covid-19.

Hanya saja, ia menegaskan meskipun sudah dilakukan vaksinasi, PTM bisa kembali digelar dengan melihat tingkat penyebaran Covid sudah melandai apa stagnan meningkat.

Berita Menarik Lainnya:  Guru PPPK Mulai Pemberkasan, Pengabdian 3 Tahun Jadi Syarat Mutlak

Lebih lanjut, selama evaluasi pihaknya masih melakukan pemantauan untuk kesiapan sekolah serta metode pembelajaran yang diterapkan. Sesuai aturan, PTM bisa digelar jika suatu daerah sudah menyandang status level 3 persebaran Covid-19.

Lalu angka kasus positif antara 50-150 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Sementara, pasien yang menjalani rawat inap di rumah sakit antara 10-30 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Selanjutnya, angka kematian antara 2-5 kasus per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

“Semoga Covid melandai sehingga PTM bisa kembali digelar normal,” jelasnya.

*Tren Kasus Menurun*

Dikonfimasi terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19, Budi Winarno menyebut tren kasus penyebaran Covid-19 di Kota Santri selama beberapa minggu terakhir menunjukkan angka penurunan, jika dibandingkan bulan Juli lalu.

Berita Menarik Lainnya:  Kasus Covid-19 Naik, Pemkab Bondowoso Akan Tinjau Ulang Pelaksana KBM Tatap Muka

Tren kasus yang melandai, diambil dari kasus kematian menurun dan kasus pasien Covid sembuh yang terus alami peningkatan. Hal tersebut juga membuat, empat kecamatan di Jombang yang sebelumnya masuk kawasan zona merah, berubah ke zona orange.

Empat kecamatan tersebut ialah, Kecamatan Ngusukan, Bandarkedungmulyo, Kesamben dan Wonosalam.

“Tingkat persentase kesembuhan pasien Covid di Jombang hingga kemarin, Jumat (18/8) mencapai 79,7 persen. Juga kemarin ada 110 warga yang sembuh,” ujarnya.

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *