Hari Bersejarah, Besok Unusa Kukuhkan Guru Besar Pertama Bidang Kesehatan

Keterangan foto : Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng saat jumpa pers di gedung Rektorat, Jumat (15/10/2021).

Beritabangsa.com, Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bakal mengukuhkan guru besar pertama Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. Mulyadi, dr. Sp.P (K), FISR, dalam Bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Unusa pada Sabtu (16/10) besok.

Kabar pengukuhan itu disampaikan langsung oleh Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng saat jumpa pers di gedung Rektorat, Jumat (15/10/2021).

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Menurut Rektor Jazidie, pengukuhan guru besar tersebut merupakan hari paling bersejarah bagi kampus Unusa. Sebab, pengukuhan guru besar besok yang pertama yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN).

Berita Menarik Lainnya:  Nasdem Malang Optimis Target 12 Kursi di Pileg 2024 Tercapai

“Di Unusa sudah ada empat guru besar dengan Nomor Induk Khusus (NIDK). Tapi, pengukuhan besok adalah hari bersejarah bagi Unusa,” kata Prof Jazidie.

Prof Jazidie menambahkan, pada rapat terbuka senat besok akan dikukuhkan Prof Dr Mulyadi dr Sp.P(K) FISR, sebagai guru besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Unusa yang ber-NIDN.

“Beliau punya perhatian yang khusus tentang dampak pandemi Covid-19 terhadap pendidikan kedokteran. Dan yang menarik beliau punya kesimpulan, seandainya soal paru atau TBC dalam penanganan seperti covid-19, maka Insya Allah masalah TBC akan cepat tertangani,” ujar Jazidie.

Berita Menarik Lainnya:  Bangun Digital Mindset Unusa Gelar Stadium Generale 2022

Sementara Prof. Dr. Mulyadi, dr. Sp.P (K), FISR dalam pengukuhannya besok akan menyampaikan pidato ilmiah yang diberi judul Tantangan Pendidikan Dokter Serta Rumah Sakit Pendidikan dalam Pandemi Covid-19.

Prof. Mulyadi mengatakan, kompetensi seorang dokter secara sederhana dapat dipilah dalam beberapa kategori: harus diketahui (must know), sebaiknya diketahui (should know), dan baik untuk diketahui (nice to know).

“Saat pandemi Covid-19 dan mengacu pada Surat Edaran Kementerian No. 1 tahun 2020 tentang pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah, telah mengurangi kesempatan mahasiswa pendidikan profesi dokter dapat berinteraksi dengan pasien. Ini telah mengusik nurani saya terhadap pendidikan dokter,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  Unusa Terima Kunjungan IIKNU Tuban Untuk Studi Banding

Dikatakan guru besar berkelahiran, Trieng Meduro, Sawang, Aceh Selatan, pada 19 Agustus 1962 ini mengatakan, menghadapi keadan ini para pendidik kedokteran diharuskan untuk menggunakan sistem berbasis teknologi dan simulasi melalui daring.

“Ini merupakan tantangan sekaligus pertaruhan. Mengingat prinsip utama dalam pendidikan kedokteran – prinsip pengajaran klinis ideal yang tidak dapat digantikan adalah tidak ada guru yang lebih baik selain pengalaman langsung menghadapi pasien,” tutupnya.

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 600x310

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *