5 Siswa Pilihan SD Iskandar Said Sebagai Semangat Ghiroh Perjuangan

Surabaya, Beritabangsa.com – Suasana Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Ke-75 tahun ini jelas terlihat berbeda dari kemerdekaan sebelumnya. Seringkali upacara kemerdekaan menjadi momentum menarik yang diikuti oleh semua lini masyarakat, khususnya di instansi pendidikan. Namun, akibat dampak Pandemi Covid-19, pelaksanaannya terbatas.

Salah satu diantara sekolah yang tetap melaksanakan upacara kemerdekaan yakni SD Ma’arif Iskandar Said Surabaya yang berada di bawah naungan organisasi Besar Nahdhatul Ulama yang beralamat di Jl. Kendangsari GG. Lebar No. 33-41, Tenggilis Mejoyo Surabaya.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Tentu pelaksanaan upacara di tengah pandemi Covid-19 mengakibatkan suasana berbeda, akan tetapi menariknya dalam pelaksanaan upacara kemerdekaan ini yang menjadi peserta pada upacara ialah seluruh Bapak dan Ibu Guru. Sedangkan petugas upacaranya adalah lima siswa terpilih yang dilatih secara khusus.

Berita Menarik Lainnya:  Kabar UAS Nikahi Gadis Jombang, Ansor Peterongan Ungkap Begini

“Masing-masing menjadi Pemimpin Upacara, Protokol, dan Pengibar Bendera Merah Putih. Petugas yang lain layaknya Pembaca proklamasi, Pembukaan UUD NRI 1945, dan Pancasila diambil peran oleh Guru,” kata Musaiyaroh, Kepala Sekolah SD Iskandar Said, Senin (17/8/2020)

“Upacara ditengah Pandemi Covid-19 harus dijadikan sebagai momentum dalam mengenang jasa para pahlawan. Kekuatan, ketekunan, kesabaran, dan rasa tak kenal lelah harus terpatri dalam setiap generasi masa depan. Baik Siswa maupun Guru harus mampu beradaptasi dengan cepat guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” tambahnya.

Sebagai sekolah yang mengedepankan ahlussunah wal jama’ah harus dapat mencerminkan moderasi, keumatan, dan kebangsaan sebagaimana dicontohkan oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari.

“Kita ketahui bahwa saat memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia, Hadratussyaikh Hasyim Asyari ikut mendukung upaya kemerdekaan dengan menggerakkan rakyat melalui fatwa jihad yang kemudian dikenal sebagai resolusi jihad melawan penjajah Belanda pada 22 Oktober 1945. Akibat fatwa tersebut, meledaklah perang di Surabaya pada 10 November 1945. Oleh karenanya, sebagai generasi masa kini dan masa depan, kita harus mampu menjiwai semangat juang dari para luluhur kita sehingga cinta tanah air dapat terpatri secara paten dalam qalbu,” tegasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Hadiri Upacara Kemerdekaan Ke 75, DPRD Bondowoso: Upacara Ini Beda dan Unik

Musaiyaroh kembali menyampaikan, dalam situasi seperti saat ini harus terdapat sinergitas yang kuat antara siswa, guru, dan orang tua. Peran orang tua menjadi sangat penting. Kesabaran dan keikhlasan orang tau dapat memicu semangat anak-anak dalam melakukan pembelajaran secara daring.

Terselenggaranya upacara Kemerdekaan ke 75 ini yang berjalan lancar tentu tidak dapat terlepas dari semangat pelatih dalam mendidik anak didiknya. Suhadi selaku Pembina Pramuka mengungkapkan pelatihan yang diberikan membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu yang tentu tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Upacara ditengah Pandemi Covid-19 menjadi bukti bahwa kita senantiasa cinta tanah air dan harus dilakukan dalam segala situasi dan kondisi. Namun, cinta tanah air tidak hanya dilakukan melalui seremonial upacara, lebih dari itu kita harus tetap menjadi pelopor serta garda terdepan dalam memberikan contoh menjaga kesehatan. Oleh karenanya upacara kali ini tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah secara ketat,” terangnya.

Berita Menarik Lainnya:  Seorang Guru TK Jadi Korban Pelecehan Seksual Oknum Kepala Sekolah

Ia menambhakan bahwa semangat adik-adik dalam latihan telah terbayarkan dengan suksesnya pelaksanaan upacara hari ini. Harapannya adik-adik tetap semangat dan harus tetap mengasah kreativitas untuk ikut serta dalam mewujudkan Indonesia Maju dan Sejahtera.

Semangat kemerdekaan tidak hanya terlihat dalam setiap guru yang ikut serta, tetapi semangat membara juga dirasakan oleh siswa yang bertugas sebagai salah satu petugas upacara, Jessica.

“Dengan waktu latihan yang singkat Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Dalam latihan kakak-kakak pembina selalu menekankan pada aspek kedisiplinan dan percaya diri, sehingga mengurangi rasa grogi kami saat upacara dimulai,” terangnya.

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 600x310

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *