Pendidikan Anti Korupsi Mesti Ditanamkan Sejak Usia Dini

BERITABANGSA.COM-SURABAYA- “Karena kita akan memimpin bangsa nanti, jadi harus ditanamkan sejak dini pendidikan anti korupsi.”

Itulah jawaban salah satu duta Anti Korupsi dari siswa kelas X asal SMA Negeri 1 Pacitan, Audy Aulia Insani Sudrajat usai mendapatkan pertanyaan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Agenda Road to Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia) 2022 digelar. Salah satunya, final pemilihan Duta Pelajar Antikorupsi Jawa Timur di Alun-alun Kota Surabaya, Kamis (1/12).

Dalam final, ada 10 Duta Pelajar Anti Korupsi utusan kabupaten/kota se-Jawa Timur bersaing.

Seleksi ketat itu meliputi tes tulis, karya tulis ilmiah remaja dan presentasi karya tulis ilmiah remaja. Tiap finalis juga harus dapat menjawab 4 pertanyaan dewan juri.

Berita Menarik Lainnya:  Miris, Ayah di Jombang Cabuli Anak Kandung

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, pun berkesempatan memberikan pertanyaan kepada salah satu peserta.

“Apa kamu tahu tentang tema Harkodia tahun ini? Coba uraikan apa yang ada dalam pikiranmu, Nak, tentang tema Hari Anti Korupsi Sedunia tahun ini,” tanya Khofifah kepada siswa kelas X asal SMA Negeri 1 Pacitan, Audy Aulia Insani Sudrajat.

Menerima pertanyaan itu, Audy pun menjawab, generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa di tahun 2045, harus mengedepankan sikap integritas.

“Karena kita akan memimpin bangsa nanti, jadi harus ditanamkan sejak dini pendidikan anti korupsi,” jawab remaja berusia 16 tahun itu.

Mendengar itu, Khofifah bangga akan intelektualitas putra – putri Jawa Timur. Ia mendukung pendidikan anti korupsi dikenalkan sejak dini.

Berita Menarik Lainnya:  Resmikan Jembatan Pantekosta, Wabup Irwan : Ini Akses Utama Pedukuhan Tarbiya

“Saya terkesan sekali dengan anak-anak kita yang sangat cerdas mengemukakan pendapatnya hari ini. Alhamdulillah Jawa Timur punya banyak putri daerah yang memiliki integritas tinggi. Saya dukung pendidikan antikorupsi sejak dini agar terus ada yang menjaga generasi kita di masa depan,” tutur Khofifah.

Lebih jauh, mantan Menteri Sosial RI itu mengatakan, pendidikan anti korupsi sebaiknya tidak berhenti di jenjang SMA/SMK /MA saja. Namun juga sejak anak-anak masih usia pra sekolah.

“Jadi sejak kecil, anak-anak sudah harus diajarkan tentang moral dan nilai integritas. Sederhananya harus mengerti perbedaan baik dan buruk. Jadi diajari hal-hal kecil, seperti tidak boleh mengambil milik teman, jangan terlambat masuk kelas, jujur sama orang tua. Hal-hal seperti ini harus dimulai sejak dini,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Kejari Malang Terima 3 Tersangka dan BB Kasus Jaksa Gadungan Tipu Warga Miliaran

Kepada masyarakat umum dan mereka yang bekerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Khofifah berpesan untuk bisa menjaga nilai-nilai kejujuran dan kebenaran. Sebab, jati diri bangsa bermula dari individu masing-masing.

Selain menyaksikan pemilihan Duta Pelajar Antikorupsi Jatim, Khofifah meninjau stand baik milik Bank Jatim , Bank Jateng, Pemkab Ngawi, Pemprov Kalimantan Selatan, Bapenda Jatim, dan Kementerian Keuangan Wilayah Jatim.

Selain pemilihan Duta Pelajar Antikorupsi, Road to Hakordia 2022 ini juga diisi expo antikorupsi, seminar, edukasi antikorupsi, pemutaran film antikorupsi, pameran foto antikorupsi, serta penampilan seni dan budaya Jatim.

Digelar pada 1-2 Desember 2022, acara ini dibuat untuk menyambut Harkodia pada 9 Desember 2022.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *