Unair Klaim Berhasil Temukan Alat Pendeteksi Virus Corona

Surabaya, Beritabangsa.com – Universitas Airlangga (Unair) mengklaim berhasil menemukan alat pendeteksi atau reagen virus corona.

Penemuan alat yang sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia PBB yaitu World Health Organization (WHO) tersebut atas hasil kerja sama dengan Kobe University Jepang.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Kami dan Kobe University telah menemukan reagen Virus Corona. Reagennya yaitu premier spesifik yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang yang suspect atau terkonfirmasi virus Corona,” jelas Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih, Selasa (4/2/2020).

Menurutnya, ini merupakan berita baik untuk meyakinkan masyarakat luas akan status positif dan negatifnya virus corona di Indonesia.

Masyarakat bisa memanfaatkan lembaga kami di LPT untuk mengidentifikasi ada tidaknya masyarakat yang terkena virus corona,” ujar Guru Besar Akuntansi itu.

Menurutnya, alat tersebut memiliki keakurasian yang cepat dan cukup menggunakan dahak pasien yang terindikasi virus corona.

“Tidak butuh waktu lama dalam mengidentifikasi virus tersebut, hanya beberapa jam saja dengan mendeteksi sampel dahak pasien yang dikeluarkan. Akurasi dalam mendeteksi terjangkitnya virus tersebut yakni 99 persen,” paparnya.

Saat ini alat tersebut hanya dimiliki oleh dua lembaga di Indonesia yakni di Unair dan Balitbang Kementerian Kesehatan.

Nasih berharap identifikasi tersebut diharapkan bisa memberikan riset yang benar-benar bisa mengatasi virus tersebut.

Kita tidak berdoa agar virus itu ada, hanya upaya identifikasi. Dan kita tetap berharap hal itu benar-benar tidak ada di Indonesia,” ungkapnya.

Unair juga membuka peluang kerja sama seluas-luasnya. Jika ada universitas atau rumah sakit yang diduga terkena virus tersebut untuk bisa dibawa ke Unair dengan melalui proses identifikasi.

Artinya Unair telah siap melakukan identifikasi mulai proses awal sampai tahap penyembuhan jika adanya pasien terindikasi virus corona.

Berkenaan dengan ini kami juga menyiapkan tim ahli dari RSU dr Soetomo, RS Unair, LPT dan beberapa pakar yang dikepalai oleh Prof Soetjipto,” tandasnya. (Ais/red)

Pos terkait