FK Unusa Hadirkan Dosen Tamu Jepang Ahli Diabetes

Diabetes
Foto bersama usai acara

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Fakultas Kedokteran (FK) Unusa menggelar Internasional Guest Lecture dengan mengangkat Tema Translational Cardio-Metabolic in Medicine : from basic to clinic, Kamis (8/12) di Auditorium Unusa lantai 9 Unusa.

Dalam acara ini menghadirkan dua narasumber Prof Michio Shimabukuro, dari departemen of Diabetes, Endocrinalogy and metabolism fukushima Medical University Japan, dan dr Moch Faishal Riza, FIHA dari Unusa.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Dalam sambutannya, Rektor Unusa Prof. Achmad Jazidie, menjelaskan melalui acara kuliah tamu ini menjadi kelebihan tersendiri karena bisa mengetahui ilmu baru yang ada di luar terlebih tentang pengetahuan dan teknologi.

Berita Menarik Lainnya:  Kominfo Bahas Syarat Bermitra dengan Media

Di samping pengetahuan standart keilmuan yang dimiliki, melalui kuliah tamu ini bisa dikrtahui keilmuan lainnya.

“Sehingga kita bisa memiliki ilmu yang lebih untuk bisa memahami ilmu lainnya selain keilmuan kita yang dipelajari saat ini,” ucap Jazidie.

Jazidie menjelaskan kemudahan-kemudahan untuk mendapatkan ilmu dari ilmuwan dunia dengan adanya teknologi.

“Kalau pada saat saya masih mahasiswa harus membeli bukunya untuk mempelajari ilmunya, dengan kemajuan teknologi ini membuat kita mendapatkan ilmunya dengan mudah,” tuturnya.

Berita Menarik Lainnya:  Update Covid-19 Asahan, Zero Positif dan Kematian

Dalam materinya, Prof Michio menjelaskan pembagian dan analisis diabetes berdasarkan tipe yang dialami. Selain itu juga pengobatan yang dilakukan harus berdasarkan oleh tipe diabetes yang dialami.

“Jadi harus dipastikan dalam pengobatan yang akan dilakukan bagi penderita diabetes,” tuturnya.

Sedangkan, pentingnya mengontrol berat badan bagi penderita diabetes serta olahraga yang harus dilakukan. “Jadi hidup sehat harus dilakukan oleh penderita diabetes,” ungkap Michio.

Sedangkan, dr Riza menjelaskan prevelensi penyakit jantung koroner menjadi salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian tertinggi di Indonesia maupun dunia sekitar 17 juta orang atau sekitar 50 persen. Di mana enam persennya disebabkan jantung darah tinggi.

Berita Menarik Lainnya:  Pemkab Malang Optimis Desa Madiredo Pujon Juarai Lomba Desa Tingkat Provinsi

“Ada tiga penyakit faktor yang selalu pada tiga tertinggi, mulai darah tinggi, diet atau kuliner dan kolesterol ini yang harus diantisipasi pada dokter umum,” ungkapnya.

Jantung koroner merupakan penyebab kematian pertama dari sekian penyakit jantung dari disabillity dan human suffering global.

“Secara global, di 2000 kejadian penyakit jantung menurut stemi menurun kejadiannya, namun non stemi ini meningkat. Meskipun kita sudah mempelajari goldline dari dunia tapi tidak menurunkan tingkat kematian diseluruh dunia,” ungkap Riza.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *