Hadapi Era Double Disrupsi, Gubernur Khofifah Ajak Jajaran Pemprov Jatim Adaptif-Produktif

OPD
Gubernur Khofifah daan Profesor mohammad Nuh

BERITABANGSA.ID-MALANG– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim untuk adaptif serta memiliki loyalitas dan integritas dalam menjalankan program-program pemerintahan utamanya dalam hal pelayanan publik atau masyarakat.

Ini penting, guna menghadapi double disruption. Di mana, disrupsi ini tidak hanya disebabkan oleh perkembangan digitalisasi, tapi juga ditambah disrupsi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Kado HUT RI ke -77, Ratusan Napi Lapas Lamongan Dapat Remisi
banner 1024x1453

“Belajar dari apa yang disampaikan Profesor Rheinald Kasali dan Profesor Muhammad Nuh bahwa kita sedang mengalami double disruption. Untuk itu kita harus belajar mengubah mindsetBatau cara pandang dalam menjalankan pemerintahan. Serta memberikan loyalitas untuk terciptanya public trust,” urai Khofifah usai mengikuti Refreshment Manajemen Pemerintah Tahun 2023 di lingkungan Pemprov Jatim di Ballroom Hotel Grand Mercure Malang, Kamis (12/11) malam.

Berita Menarik Lainnya:  Relawan Inti Surabaya Gelar Jalinan Silaturahmi dan Saling Kenal, Antar Korwil di Dapil 1

“Kita harus adaptif, terus belajar, dan mengembangkan diri. Harus mencoba memikirkan cara-cara yang tidak biasa, yang lain dari biasanya guna melayani masyarakat lebih baik lagi,” imbuhnya.

Khofifah mengatakan, di era double disrupsi ini para ASN dan Kepala OPD dituntut untuk memiliki pola pikir out of the box. Sehingga mampu menghasilkan gagasan dan kebijakan baru, dapat mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan warga, sehingga mampu efektif dalam menjalankan program bagi masyarakat.

Berita Menarik Lainnya:  Gubernur Buka Klinik BUMDesa Jatim dan Akademi Desa Wisata

Tidak hanya itu, ASN termasuk para Kepala OPD harus memiliki integritas dan komitmen yang kuat untuk menjalankan amanah sebaik-baiknya. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan yang prima dan obyektif bagi masyarakat.

“Di era double disrupsi ini kita harus kaya ide, senang bereksplorasi, belajar hal baru dan mampu melihat masalah secara holistic. Dengan begitu kita memiliki kemampuan untuk menangani permasalahan yang sangat beragam saat ini,” tegas Khofifah.

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 1024x697

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar