Gubernur Khofifah Jajaki Kerjasama dengan Perpustakaan Tertua di Dunia, Bibliotheca Alexandria

Bibliotheca Alexandria
Gubernur Khofifah saat mengunjungi perpustakaan tertua di dunia

BERITABANGSA.COM-ALEXANDRIA- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menjajaki kerjasama antara dengan Perpustakaan tertua di dunia Bibliotheca, di Alexandria Mesir yang berdiri sebelum tahun Masehi tersebut.

Rabu (23/11/2022) sore, Gubernur Khofifah berkunjung ke Bibliotheca Alexandrina di Kota Alexandria Mesir perpustakaan utama dan pusat beradaban dunia, untuk tukar menukar manuskrip naskah kuno karya ulama Jatim dan Indonesia atau turots.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Dia diterima Head of External Relation and Media Sector Bibliotheca Alexandrina Sherif Riad.

Di sini Khofifah menyerahkan sejumlah buku, antara lain, buku kompilasi karya ulama Jawa Timur dan juga katalog karya ulama Indonesia.

Berita Menarik Lainnya:  Pemkab Lebong Harus Buktikan Pendataan Aset yang Serius

Buku-buku karya ulama itu bersumber dari turots, yang terus dilestarikan. Tahapan pelestarian manuskrip/turots butuh proses panjang mulai dari pencarian turots, alih media, alih aksara, alih bahasa, hingga penelitian/kajian yang selanjutnya dibukukan.

“Kami berharap akan ada kerjasama antara Provinsi Jawa Timur dengan Perpustakaan Alexandria, Bibliotheca Alexandrina. Karena di Jatim kami memiliki banyak manuskrip kuno yang kami harap bisa ada saling tukar menukar manuskrip dengan perpustakaan Alexandria,” tegas Gubernur Khofifah.

Gubernur Khofifah berharap manuskrip karya ulama Indonesia termasuk Jawa Timur bisa dipamerkan di perpustakaan Bibliotheca Alexandrina.

Menurutnya, hal itu sangat strategis karena akan menjadi wadah promosi literasi keislaman Indonesia. Bahwa sejatinya ulama Indonesia memiliki peran penting dalam pengembangan keilmuan dunia.

Berita Menarik Lainnya:  Sidak di 7 Kecamatan, Satpol PP Bondowoso Sita Ratusan Ribu Rokok Tanpa Cukai

Tidak hanya itu, dijelaskan Gubernur Khofifah bahwa Pemprov Jatim memiliki rencana pembangunan Islamic Science Park yang di dalamnya juga direncanakan akan memiliki perpustakaan.

Rencana pembangunan Islamic Science Park ini telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo.

Sehingga Gubernur Khofifah berharap, dengan kerjasama tukar menukar manuskrip dengan Bibliotheca Alexandrina, bukan karya ulama Indonesia yang dipamerkan, melainkan juga manuskrip kuno karya ulama dunia juga bisa dihadirkan.

“Sehingga kita ingin ada pengembangan jaringan repository digital manuskrip keislaman. Dengan adanya jaringan ini, pemustaka baik Jatim maupun Alexandria dapat mengakses repository tersebut,” tegasnya.

Selain karya ulama, prospek kerjasama Jatim dengan Bibliotheca Alexandrina juga terkait repository digital penelitian perguruan tinggi di Jatim dan penelitian mahasiswa Indonesia yang belajar di Mesir.

Berita Menarik Lainnya:  Hari AIDS Dunia, Bondowoso Catat 120 Kasus di Tahun 2020

“Dan terakhir kami juga berharap agar ke depan ada sharing session rutin yang bisa kita laksanakan terkait dengan pengelolaan naskah-naskah kuno,” pungkas Gubernur Khofifah.

Sementara itu Head of External Relation and Media Sector Bibliotheca Alexandrina Sherif Riad, menyambut baik maksud dan tujuan kedatangan Gubernur Khofifah.

Bahkan pihaknya antusias untuk segera menindaklanjuti apa yang digagas oleh Jatim.

“Mesir dan Indonesia memiliki hubungan yang sangat baik. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak saling mendukung niat dan program baik yang telah direncanakan,” tegasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *