Wow, Pria di Jombang Sulap Barang Bekas Jadi Miniatur Motor

Miniatur Motor
Agam, perajin miniatur motor di Jombang bersama sejumlah karyanya

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Jika di tangan yang tepat, barang bekas pun jadi kerajinan dan menghasilkan ekonomi bernilai. Seperti di tangan salah satu pemuda asal Dusun Kedung Sambi, Desa/Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang ini. Brilian Agam Arisoma, namanya.

Di usia remaja 20 tahun, dia mampu menyulap barang bekas jadi kerajinan tangan bernilai ekonomis.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Bermodalkan barang bekas, Agam membuat miniatur motor kekinian. Hasil kreativitasnya pun sangat perfect nyaris mirip dengan aslinya.

Diceritakan pria yang baru lulus di bangku SLTA ini, kreativitwasnya mulai tergali sejak 2015 silam. Ia mengaku kala itu menyukai sepeda motor dan memodifikasi.

“Awalnya itu dari hobi, sejak kecil suka motor. Jadinya ya pengen buat versi kecilnya begitu. Itu sejak masih sekolah SMP,” ujar Agam saat ditemui di kediamannya, Minggu (17/7/2022).

Berita Menarik Lainnya:  Pasar Paiton Probolinggo Siapkan Layanan Pasar Online Berbasis Digital

Dari mencoba-coba secara otodidak, akhirnya tak lama kemudian diakui Agam bisa meski sebelumnya diwarnai banyak kegagalan. Begitu dinilai bisa, tak jarang Agam mendokumentasikan hasil karyanya di berbagai media sosial.

“Setelah itu banyak yang komentar tidak menyangka. Akhirnya teman-teman datang ke rumah, melihat dan akhirnya membantu support untuk membuka pesanan. Lama kelamaan ada yang tertarik dan memesan,” jelasnya.

Dalam pembuatan miniatur motor itu, Agam menjelaskan menggunakan sejumlah barang bekas. Seperti bahan utama yang disebutkan mulai dari spon ati, kabel tembaga, kawat, katembat, lem, dan bekas mainan.

“Prosesnya cukup lama, satu motor kalau yang tidak rumit biasanya selesai sekitar 2 mingguan. Tapi kalau rumit, bisa sampai satu bulan waktu pengerjaannya. Soalnya di samping itu juga dikerjakan saya sendiri,” katanya sembari ngelem ban miniatur motor pesanan.

Berita Menarik Lainnya:  Pandemi Landai, Peribadatan Hari Kenaikan Isa Almasih di Jombang Ramai

Dari tiap ada pesanan, tak lupa hasil kerajinannya dipublikasikan melalui akun medsosnya. Mulai dari dipasarkan melalui Facebook, Instagram, WhatsApp, dan dari teman ke teman.

Disinggung menyoal harga yang dipatok per miniatur kendaraan motor itu, Agam menyebut jika bervariasi dan tergantung dari tingkat kesulitannya. Hingga kini, menurutnya paling sulit itu ketika membuat miniatur motor metik.

“Tergantung kerumitan mas, kalau soal harga jual itu. Ada mulai dari 200 ribu per miniatur motor, sampai 500 ribu. Tergantung kesulitan dan itupun masih tergantung dari pemesanan, permintaannya motor yang seperti apa gitu,” bebernya.

Kendati satu bulannya masih menerima hanya 2 pesanan, Agam mengaku jika harus disyukuri dan dijalani saja. Agam mengatakan, tetap mengerajini miniatur motor tersebut dengan telaten dan penuh kesabaran.

Berita Menarik Lainnya:  Mundur dari Jabatan Ketua DPRD, Tak Semudah Membalikkan Tangan

“Masih sedikit Mas, tapi dijalani saja. Kalau omzetnya satu bulan sekitar satu jutaan. Soalnya pemesanan masih ada dua gitu, per bulannya. Jadi ujian mempunyai usaha seperti ini ya itu, selain teliti dan pelan-pelan untuk pembuatannya, soal jumlah peminatnya ya harus sabar gitu saja,” tuturnya.

Sementara itu ia berharap, bisa lebih kreatif kembali dalam pembuatan miniatur. Tak hanya motor, ia mengatakan akan mencoba-coba untuk membuat miniatur mobil dari barang bekas. Di samping itu, diakui Agam kendala yang dialami kini hanya saingan dengan pengrajin miniatur motor lainnya saja.

“Kalau harapannya, tentu lancar. Tapi ya gitu, usaha seperti ini banyak saingannya. Jadi kendalanya sementara ini ya itu, persaingannya banyak,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 1024x697

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *