Ketua DPD RI La Nyalla Sambut Baik Pembukaan Ibadah Umroh

Keterangan foto : Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Beritabangsa.com, Surabaya – Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, menyambut baik kabar dibukanya kembali ibadah umroh internasional oleh pemerintah Arab Saudi pada 1 Muharram 1443 H atau Selasa (10/8/2021). Dia berharap masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan momentum tersebut.

Meski demikian, pelaksanaan ibadah umroh masih dibatasi 2 juta pengajuan setiap bulan. Jumlah ini mengalami peningkatan. Karena, sebelumnya pemerintah Arab Saudi hanya mengizinkan 60.000 jamaah umroh yang terbagi dalam delapan periode. Itupun untuk warga Arab Saudi dan penduduk asing yang tinggal di negara itu.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Plt. Karo HDI: Menag Tidak Bandingkan Suara Azan Tapi Contohkan Pentingnya Pengaturan Pengeras Suara
banner 1024x1023

“Kita tentu bergembira dengan dibukanya lagi ibadah umroh oleh pemerintah Arab Saudi. Masyarakat Indonesia yang sudah sangat rindu ke tanah suci bisa memanfaatkan peluang itu,” ujar La Nyalla di sela masa reses di Jawa Timur, Senin (9/8/2021) kemarin.

Sayangnya, lanjut La Nyalla, berdasarkan Surat Edaran Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi, Indonesia belum termasuk ke dalam negara yang diizinkan masuk.

Jemaah umroh Indonesia harus melakukan transit untuk karantina selama 14 hari di negara yang tidak berstatus banned sebelum melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi.

“Dengan status banned, jemaah kita tak bisa langsung ke sana. Otomatis akan membuat biaya yang dikeluarkan lebih besar dan waktunya juga menjadi lebih panjang,” lanjut Mantan Ketua Umum PSSI itu.

Berita Menarik Lainnya:  Ibadah Haji 2020, Kementerian Agama: Usul Ditiadakan Jika Belum Ada Keputusan Dari Kerajaan Arab Saudi

Selain Indonesia, ada delapan negara lain yang yang masih ditangguhkan untuk dapat melakukan perjalanan langsung ke Arab Saudi, yaitu India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.

La Nyalla berharap larangan masuk bagi warga negara Indonesia itu segera dicabut. Namun dia menyadari bahwa hal itu merupakan otoritas Arab Saudi.

“Kemungkinan mereka melihat perkembangan pandemi dan program vaksinasi di Indonesia. Jika pandemi membaik, vaksinasi sudah 70 persen lebih, mungkin itu jadi pertimbangan mereka. Artinya kita semua harus berpartisipasi menurunkan wabah dan menyukseskan program vaksinasi sehingga Arab Saudi bisa menerima kita masuk wilayahnya,” papar LaNyalla.

Berita Menarik Lainnya:  Gelar Santunan Anak Yatim dan Dhuafa, Ranting NU Gandeng Ansor Gersempal

Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi selain syarat usia 18 tahun ke atas, syarat jemaah umrah 2021/2022 adalah telah divaksin penuh dengan salah satu dari empat vaksin yakni AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson.

Jemaah Indonesia yang divaksin dengan vaksin buatan China seperti Sinovac atau Sinopharm, tetap diperbolehkan asalkan kembali divaksin dengan salah satu vaksin yang diakui Arab Saudi.

“Saya yakin meski banyak syarat, tetapi niat baik pasti akan mendapatkan kemudahan. Kita berdoa semoga pandemi berakhir, dan bukan hanya umroh tetapi kita berharap terlaksananya ibadah haji,” tuturnya.

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *