Bolehkah melakukan Trading dengan menggunakan Robot Autotrade Gold ?

Ilustrasi robot trading auto gold | Foto: indovision.org
Ilustrasi robot trading auto gold | Foto: indovision.org

Demikian salah pertanyaan yang masuk dalam email penulis. Untuk menjawab pertanyaan ini, maka penulis mencoba melakukan penelusuran.

Penelusuran yang pertama, berbekal video YouTube yang disertakan oleh penanya kepada penulis. Nama pemosting video tersebut adalah Septi Alviaa dengan judul Trading Forex Sistem Robot ATG Teraman, Halal, Legal, Profit Konsisten, Bisa Tarik Modal 100% Kapanpun. Di dalam caption video disampaikan Profit Konsisten 0,5-3% per hari dan dinyatakan 100% trading dilakukan oleh robot.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1023

Jadi, berdasarkan caption ini, kita mendapati adanya promosi yang disampaikan oleh pemilik akun, bahwa dengan menggunakan Robot ATG, seorang trader dijanjikan:

  1. Akan mendapatkan profit penghasilan tetap minimal sebesar 0,5% per hari, yang berarti 15% per bulan.
  2. Maksimalnya adalah 3% per hari, yang berarti 90% per bulan.
  3. Transaksi perdagangan murni dilakukan oleh robot, oleh karenanya Robot ATG tidak berperan sebagai instrumen penyampai shighah akad, melainkan murni sebagai pihak yang berakad.

Berbekal dua caption video ini, selanjutnya kita perlu melakukan analisis hukum.

Analisis Hukum Trading dengan Robot Autotrade Gold

Berita Menarik Lainnya:  Hukum menyimpan Uang Donasi Pembangunan di Rekening Pribadi

Pertama, Tidak terpenuhi Syarat Muta’aqidain

Berdasarkan dua pengakuan di atas, kita sudah mendapati satu kesimpulan bahwa Robot Autotrade Gold adalah bagian dari Robot Trading yang tidak masuk dalam kategori yang diperbolehkan oleh syariat, khususnya bila dijadikan instrumen niaga (tijarah). Landasan yang paling utama adalah ketidakterpenuhan syarat ‘aqid (pihak yang berakad).

Sebagai catatan bahwa, syarat sah praktik niaga adalah wajibnya pihak yang berakad memenuhi syarat ahli tasharruf harta, yang dicirikan sebagai berakal (aqil) dan baligh, sehingga wajib berupa manusia. Penggunaan robot sebagai lawan aqid, menandakan praktik yang terjadi adalah termasuk praktik spekulatif (maisir).

Kedua, Janji Penghasilan Tetap (Fixed)
Adanya janji penghasilan yang bersifat tetap (fixed) menandakan akad yang berlaku bukanlah akad niaga, melainkan akad qardl (utang piutang). Uang yang diserahkan oleh pihak trader kepada broker, menempati kedudukan utangnya broker. Oleh karenanya, profit tetap (fixed profit) yang diijanjikan adalah bukan hasil dari perniagaan, melainkan manfaat utang sehingga termasuk akad riba qardly.

Besar dugaan bahwa akad ini terjadi disebabkan ketiadaan usaha trading yang sebenarnya. Oleh karenanya juga, robot trading ATG yang dipromosikan, hanyalah sebuah kerja pengelabuan (taghrir) yang seolah-olah ada aktifitas trading, padahal sebenarnya tidak ada.

Berita Menarik Lainnya:  Trading di Pasar Modal menurut Mufti Universitas Al-Azhar Mesir

Bukti Bahwa Robot Trading ATG adalah Terlarang
Untuk memperkuat dugaan sebagaimana telah disampaikan di atas, selanjutnya kita perlu melakukan penelusuran terhadap hakikat sebenarnya dari Robot Autotrade Gold. Dari hasil penelusuran ini, selanjutnya penulis mendapati fakta sebagai berikut:

Pertama, berdasarkan siaran pers Satgas Waspada Investasi (SWI), Lampiran I SP 03/SWI/V/2021 tentang Daftar Entitas Investasi Ilegal Yang Dihentikan, terdapat nama Robot Autotrade Gold sebagai bagian dari entitas ilegal dan dihentikan pengoperasiannya

Kedua, berdasarkan Siaran Pers Bappebti, per Tanggal 18 Agustus 2021, Robot Autotrade Gold juga dinyatakan sebagai ditutup dan dinyatakan sebagai pelaku money game.

Ketiga, robot Autotrade Gold dipasarkan dengan menggunakan 3 kelas berjenjang dengan dalih kecanggihan alat yang berjenjang. Untuk Autotrade Gold 5.0, didapati keterangan ada ada 5 level robot yang ditawarkan, yaitu:
– Robot level 1 (Rp 1,5 juta) untuk deposit di bawah USD 500
– Robot level 2 (Rp 3 juta) untuk deposit di bawah USD 5000
– Robot level 3 (Rp 7,5 juta) untuk deposit di bawah USD 30.000
– Robot level 4 (Rp 37,5 juta) untuk deposit di bawah USD 1.000.000
– Robot level 5 (Rp 52,5 juta) untuk deposit di bawah USD 10.000.000

Berita Menarik Lainnya:  Perbedaan e-Money dengan Cryptocurrency

Keempat, pada bagian alur registrasi terdapat kode referal yang turut dimasukkan ke dalam bagian sistem. Kode referral ini merupakan istilah lain dari member get member (anggota mencari anggota) yang merupakan cirii khas dari praktik money game.

Kesimpulan
Secara fikih, bermuamalah dengan Robot Autotrade Gold adalah yang dilarang oleh syara’ dengan alasan adanya praktik riba. Keberadaan praktik riba ini lebih kuat, sebab ada janji mendapatkan profit penghasilan yang bersifat tetap (fixed).

Alasan lain, adalah keberadaan sistem muamalahnya yang rusak disebabkan pihak lawan berakad dari seorang trader adalah robot mesin. Oleh karena itu, andaikata benar bahwa dibalik robot itu ada kegiatan usaha, maka usaha praktik muamalah yang terjadi adalah diliputi oleh praktik maisir (untung-untungan).

Dan andaikata dibalik robot itu sama sekali tidak ada kegiatan usaha apapun dalam bentuk trading, maka dapat dipastikan bahwa Robot Autotrade Gold hanyalah instrumen pengelabuan dari sebuah aktivitas money game. Bukti fisik yang lain, adalah keberadaan pencarian anggota referal dan ada jenjang-jenjang kelas. Wallahu a’lam bi al-shawab

*) Muhammad Syamsudin – Peneliti Bidang Ekonomi Syariah Aswaja NU Center PWNU Jatim

banner 600x310

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *