Benarkah Buat Meme dan Poster Ucapan Selamat Tahun Baru Islam Bid’ah?

Keterangan foto : Meme ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1443 Hijriyah yang diposting akun facebook KH. Ma'ruf Khozin.

Beritabangsa.com, Surabaya – Memasuki tahun baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriyah, banyak masyarakat kalangan Islam menyambutnya dengan meriah, mulai dari puasa, membuat azimat, membuat bubur Suro. Bahkan saat ini, masyarakat juga memeriahkan tahun baru Islam dengan membuat meme, poster, gambar, bahkan baliho dan spanduk di jalan maupun di medsos.

Namun, ada beberapa pihak tidak setuju atau keberatan dengan cara seperti itu. Bahkan dengan tegas menyatakan tindakan membuat gambar dan ucapan tahun baru adalah bid’ah.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1023

Lalu, benarkah membuat gambar dan ucapan tahun baru adalah bid’ah…?

Ketua PW Aswaja NU Center Jawa Timur, KH. Ma’ruf Khozin turut memberikan tanggapan soal fenomena Bid’ah membuat meme dan gambar ucapan selamat tahun baru Islam. Menurutnya, hukum itu Ulama’ berbeda pendapat.

Berita Menarik Lainnya:  Arsinu Tanda Tangani MoU dengan BBTL PP Surabaya

“Zaman medsos saat ini ada dua meme atau poster yang berseliweran, yang satu mengucapkan selamat tahun baru Hijriyah, satunya lagi menganggap ucapan selamat tahun baru Islam tersebut adalah bidah. Mana yang benar?,” kata KH. Ma’ruf Khozin di akun Facebooknya, Selasa (10/8/2021).

Kyai muda yang juga merupakan Ketua Fatwa MUI Jatim tersebut menjabarkan pandangan ulama, yang memiliki penguasaan ilmu, baik Hadis, Fikih, Tafsir, Sejarah, Sastra Arab dan lainnya, yakni Al-Hafidz As-Suyuthi.

“Beliau tuntas membahas masalah ucapan selamat,” tuturnya.

KH Ma’ruf menjelaskan, dalam kitab karya Al-Hafidz as-Suyuthi yang berjudul Wushul Amani bi Ushul Tahani, Al-Hafidz As-Suyuthi menampilkan riwayat Hadis dan Atsar.

“Diantaranya dalil ucapan selamat meraih kedudukan utama dalam agama,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  Unik, Kirab Maulid Nabi di Kampung Nelayan Kenjeran Diwarnai Rebutan Uang

Di dalam kitab terdapat berbagai kata ucapan, seperti ucapan selamat atas taubat, ucapan selamat atas kesembuhan dari penyakit, ucapan selamat selesainya ibadah haji, ucapan selamat kepulangan haji, ucapan selamat pulang dari perang, ucapan selamat pernikahan, ucapan selamat atas kelahiran, ucapan selamat datang bulan Ramadan, ucapan selamat hari raya Idul Fitri dan termasuk ucapan selamat tahun baru.

ﻓﻘﺪ ﻃﺎﻝ اﻟﺴﺆاﻝ ﻋﻦ ﻣﺎ اﻋﺘﺎﺩﻩ اﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ اﻟﺘﻬﻨﺌﺔ ﺑﺎﻟﻌﻴﺪ ﻭاﻟﻌﺎﻡ ﻭاﻟﺸﻬﺮ ﻭاﻟﻮﻻﻳﺎﺕ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ، ﻫﻞ ﻟﻪ ﺃﺻﻞ ﻓﻲ اﻟﺴﻨﺔ؟

Artinya: Banyak pertanyaan tentang kebiasaan orang-orang perihal ucapan selamat hari raya, tahun baru, bulan baru dan sebagainya. Apakah ucapan tersebut memiliki dasar dalam hadis?

Di akhir statusnya, kiai Ma’ruf memberikan penjelasan berikut:

(ﻓﺎﺋﺪﺓ) : ﻗﺎﻝ اﻟﻘﻤﻮﻟﻲ ﻓﻲ اﻟﺠﻮاﻫﺮ: ﻟﻢ ﺃﺭ ﻷﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﻛﻼﻣﺎ ﻓﻲ اﻟﺘﻬﻨﺌﺔ ﺑﺎﻟﻌﻴﺪﻳﻦ ﻭاﻷﻋﻮاﻡ ﻭاﻷﺷﻬﺮ ﻛﻤﺎ ﻳﻔﻌﻠﻪ اﻟﻨﺎﺱ، ﻭﺭﺃﻳﺖ ﻓﻴﻤﺎ ﻧﻘﻞ ﻣﻦ ﻓﻮاﺋﺪ اﻟﺸﻴﺦ ﺯﻛﻲ اﻟﺪﻳﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻌﻈﻴﻢ اﻟﻤﻨﺬﺭﻱ ﺃﻥ اﻟﺤﺎﻓﻆ ﺃﺑﺎ اﻟﺤﺴﻦ اﻟﻤﻘﺪﺳﻲ ﺳﺌﻞ ﻋﻦ اﻟﺘﻬﻨﺌﺔ ﻓﻲ ﺃﻭاﺋﻞ اﻟﺸﻬﻮﺭ ﻭاﻟﺴﻨﻴﻦ ﺃﻫﻮ ﺑﺪﻋﺔ ﺃﻡ ﻻ؟ ﻓﺄﺟﺎﺏ ﺑﺄﻥ اﻟﻨﺎﺱ ﻟﻢ ﻳﺰاﻟﻮا ﻣﺨﺘﻠﻔﻴﻦ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻗﺎﻝ: ﻭاﻟﺬﻱ ﺃﺭاﻩ ﺃﻧﻪ ﻣﺒﺎﺡ ﻟﻴﺲ ﺑﺴﻨﺔ ﻭﻻ ﺑﺪﻋﺔ اﻧﺘﻬﻰ

Berita Menarik Lainnya:  PCNU Surabaya Ajak Masyarakat Ikuti Majelis Virtual Rotibul Haddad Bersama Kiai Azaim lbrahimy

Artinya: Al-Qamuli berkata dalam kitab Al-Jawahir: “Tidak saya temukan pendapat ulama Syafi’iyah tentang hukum ucapan selamat hari raya, tahun baru dan bulan baru seperti yang dilakukan oleh orang-orang. “Saya melihat kutipan dari Syekh Zakiyuddin Abdul Adzim Al-Mundziri, bahwa Al-Hafidz Al-Maqdisi ditanya tentang mengucapkan selamat pada awal bulan dan tahun, apakah bidah atau tidak? Beliau menjawab bahwa ulama selalu beda pendapat soal itu. Menurut saya adalah boleh, bukan sunah dan bukan bidah. (Al-Hawi Lil Fatawi, 1/90).

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *