Tegakkan Marwah Jurnalis, KJJT Berikan Dukungan Untuk Asrul

Beritabangsa.com, Surabaya – Kasus jurnalis Makasar Muhammad Asrul yang terjerat undang-undang ITE pada tahun 2019 lalu, mendapat dukungan dan perhatian dari berbagai kalangan. Salah satunya organisasi pers Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT).

Sejumlah jurnalis yang tergabung di komunitas itu memiliki rasa kepedulian yang tinggi atas kasus yang dialami rekan Asrul. Selain memberikan dukungan moral, juga tak sedikit wujud kepedulian untuk sesama rekan jurnalis.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1023

Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) yang dikomandoi oleh Slamet Ade Maulana, memberikan dukungan berupa sokongan biaya transportasi rekan Asrul saat ke pengadilan.

Berita Menarik Lainnya:  Dok ! Tubagus Joddy Sopir Vanessa Angel Divonis 5 Tahun Penjara

Asrul yang sempat dipenjara karena karena karya tulisnya ini, mengucapkan terima kasih banyak telah mendapat perhatian dari KJJT.

“Saya di masa-masa sulit ini, mendapat bantuan biaya akomodasi perjalanan untuk menghadiri sidang di pengadilan,” kata Asrul.

“Kami sangat tersentuh oleh perhatian dan kebaikan KJJT. Semoga Allah SWT selalu memberkati rekan-rekan jurnalis di jawa timur,” lanjutAsrul (04/09/2021).

Jarak Pengadilan Negeri Polopo, menurut Asrul, membutuhkan 8 jam perjalanan dengan bus. Itu harus Asrul lakukan setiap minggu menjelang sidang. Biaya perjalanan Rp 400.000 untuk pulang pergi (PP).

“Perhatian rekan-rekan Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) sangat berharga untuk saya. Setiap minggu saya mendapat bantuan biaya perjalanan dari KJJT melalui rekening saya. Hati saya dipenuhi dengan rasa syukur. Terima kasih untukmu KJJT dari lubuk hati yang terdalam saya,” ucap Asrul.

Berita Menarik Lainnya:  Kapolres Tanjung Perak: 63 Pelanggar Protokol Kesehatan Terjaring Operasi Yustisi di Klenteng Mbah Ratu

Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) yang akrab disapa Bang Ade, kepada wartawan menyampaikan, terbentuknya KJJT ini wadah kepedulian nasib rekan jurnalis di seluruh Indonesia.

“Seperti rekan Asrul terpenjara karena karya tulisnya, mengungkap dugaan kasus korupsi, rekan kita harus mengalami banyak cobaan dan kesulitan,” ujar Ade (04/09/2021).

“Tulisannya juga berimbas hancurnya rumah tangga dan ekonomi kehidupan keluarga Asrul selama di dalam jeruji besi,” ungkap ketua umum KJJT.

Masih menurut Ade, KJJT mengajak rekan-rekan seprofesi di seluruh tanah air untuk bersatu dan saling peduli sesama profesi.

“Suatu saat apa yang dialami rekan Asrul bisa saja terjadi pada kita,” imbuhnya.

Meskipun demikian, lanjut Ade, seorang jurnalis harus siap menghadapi segala resikonya, meski terancam terpenjara bahkan terbunuh karena karya tulisnya, panggilan hati sebagai penulis demi menyajikan berita kepada masyarakat tidak akan pernah surut jika jiwa jurnalis sudah melekat di hati.

Berita Menarik Lainnya:  Pengacara Kondang Ibukota Erles Rareral Siap Menjadi Penasehat Hukum KJJT

“Donasi peduli rekan Asrul masih berjalan. Bagi rekan-rekan yang tergabung di komunitas jurnalis jawa timur kepedulian seprofesi sangat dinanti-nanti hingga sampai rekan Asrul mendapat putusan dari Pengadilan Negeri Polopo,” ucap Ade.

Kasus tulisan tersebut membuat Asrul sempat ditahan selama 36 hari mulai 29 Januari 2020 sebelum akhirnya ditangguhkan. Koalisi Advokat untuk kebebasan Pers dan Berekspresi terbentuk untuk mengawal kasus Asrul yang ditangani Polda Sulsel. Koalisi terdiri dari SafeNet, Paku ITE, LBH Pers, LBH Makassar, AJI Pusat dan yang lainnya.

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *