Pembobol SD Beraksi Lagi, Disdikbud Minta Aset Berharga Dibawa Pulang

Maling Sekolah Dasar
Kepala Sekolah Jatibanjar, Rollys Decki Kristanto saat menunjukkan aksi maling yang terekam CCTV. Foto Faiz.

BERITABANGSA.COM- JOMBANG – Komplotan maling SD masih gentayangan. Buktinya, lembaga sekolah dasar di Jombang, SDN Jatibanjar, Kecamatan Ploso, kebobolan.

Aksi maling Rabu, (30/11/2022) dini hari ini juga terekam CCTV.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Kepala SDN Jatibanjar, Rollys Decki Kristanto menduga, maling berjumlah dua orang. Namun yang terekam CCTV hanya satu orang.

Berita Menarik Lainnya:  Hepatitis Akut Sasar 3 Orang Dewasa di Sidoarjo

“Dugaan kami dua orang, mereka saling berbagi peran. Kejadiannya itu dini hari sekitar pukul satu an. Ketika diputar CCTV saat polisi ke sini itu, ciri-ciri pelaku dilihat dari rambut dan pakaiannya, ada kemiripan dengan pelaku di Kabuh dan Tembelang,” ujarnya saat ditemui Beritabangsa.com pada Kamis (1/12/2022) siang.

Di sekolah ini, pelaku mengobok-obok ruangan guru setelah merusak dan mencongkel pintu. Dari sini, pelaku membawa kabur satu buah laptop, tiga buah tab dan dua LCD proyektor.

“Kalau kita nominalkan kerugiannya, sekitar 26 jutaan. Kepada Polisi, kami berharap pelaku segera tertangkap. Sejak itu kami memperketat penjagaan sekolah dan mengamankan barang-barang berharga,” tandasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Sulitnya Petugas KPPS Usia Muda di Kecamatan Wonocolo

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Senen, menyarankan pihak sekolah segera mengantisipasi dengan mengamankan barang berharga ke rumah kepala sekolah.

“Kami sudah imbau agar, aset-aset yang berharga agar dibawa pulang usai pembelajaran di sekolah,” ujarnya, ditemui di Sendang Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.

Kata Senen, sampai saat ini sudah ada 9 lembaga SD di Jombang yang jadi korban aksi maling.

Berita Menarik Lainnya:  Gelar Lokakarya Penggunaan Bahasa Media Luar Ruang 2019, Balai Bahasa Jatim Alami Peningkatan

Dia memastikan semua lembaga SD yang disatroni maling itu, sudah ada penjaganya. Namun maling beraksi dini hari saat penjaga istirahat.

“Rata-rata kecolongan karena pencuri mempelajari situasi. Saat penjaga tidak ada, mereka beraksi,” katanya.

Saat ini, Disdikbud mengeluarkan instruksi agar semua sekolah meningkatkan pengamanan.

Kedua, menjalin komunikasi dengan masyarakat agar ikut berpartisipasi menjaga keamanan sekolah.

“Selanjutnya diintruksikan untuk memasang kamera CCTV. Terutama pada teman-teman yang sekolahnya belum ada,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

 

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *