Dua Petinggi PT Bahana Line Diperiksa Polda Jatim Terkait Kasus Penggelapan BBM

PT Bahana Line. BBM
Suasana Ditreskrimum Polda Jatim, Rabu (16/11/2022)

BERITABANGSA.COM-SURABAYA– Direktur Utama PT Bahana Line, AAH dan Purchasing Manager, TR, akhirnya memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) terkait penyidikan kasus dugaan penggelapan BBM untuk kapal-kapal PT Meratus Line.

Sumber media ini menyatakan, AAH dan TR akhirnya memenuhi panggilan penyidik Senin (28/11/2022).

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

“Betul. Kemarin keduanya (AAH dan TR) hadir dan telah diperiksa,” kata sumber tadi, Selasa (29/11/2022).

Berita Menarik Lainnya:  Akhirnya, Jalan Jeglongan Sewu di Ambulu Mulai Diperbaiki

Sumber ini menolak memerinci detail pemeriksaan, termasuk, apakah pertanyaan penyidik sudah mengarah pada dugaan keterlibatan manajemen PT Bahana Ocean Line pada tindak penggelapan pasokan BBM untuk kapal-kapal PT Meratus Line.

“Kalau itu sebaiknya ditanyakan ke Pak Dir (Direskrimum Kombes Pol. Totok Suharyanto) atau ke Pak Kabid Humas (Kombes Pol. Dirmanto),” ujarnya.

Namun upaya wartawan meminta konfirmasi ke kedua pejabat Polda Jatim itu tidak direspon. “Chat” dan “voice call” melalui saluran WhatsApp tidak dijawab.

Polda Jatim Tertutup

Pihak Polda Jatim dalam penanganan perkara dugaan penggelapan BBM ini tertutup kepada media.

Sejak kali pertama dilaporkan PT Meratus Line pada Februari 2022 lalu, Polda risih dikonfirmasi wartawan.

Berita Menarik Lainnya:  Pengamat : Mutasi dan Promosi Jabatan Tidak Perlu Diinterpelasikan

Seperti yang dialami media ini beberapa kali. Komisaris Besar Polisi Totok Sudaryanto, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, saat dikonfirmasi bergeming.

Dihubungi via chat WhatsApp tidak dibalas, hanya dibaca saja. Tandanya, centang dua warna biru.

Sementara saat dikontak kembali siang hari, Selasa (29/11/2022) tidak diangkat. Saat ditelepon dan diberi caption izin telepon juga tidak dihiraukan.

Bahkan wartawan mendatangi ke kantornya juga tidak ada. Hingga wartawan menyodorkan kartu sertifikasi uji kompetensi wartawan di chat WA, juga tidak dilayani.

Sejak awal Polda tertutup soal penyidikan kasus dugaan penggelapan bahan bakar minyak (BBM) dengan korban Meratus Line, ribuan ton BBM.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Upah-upah Jemaah Haji Anggota Korpri Asahan 2022

Hingga 17 tersangka ditetapkan, Polda tidak juga merilis dan memberikan keterangan pers. Diuber-uber media ini sampai saat ini tidak kunjung memberikan statement.

Sementara itu, kesan tertutup juga dilakukan oleh penasihat hukum Bahana Lone, selaku terlapor kasus dugaan penggelapan BBM, Syaiful Maarif .

Syaiful saat dikonfirmasi rinci dengan beberapa pertanyaan juga tidak menjawab. Saat dihubungi melalui telepon hanya mengabarkan sedang ada rapat, sedang ada sidang dan sedang di luar kota

“Sebentar dik, saya hubungi lagi. Saya masih di Lombok,” ujarnya.

“Saya masih ada sidang , nanti ada waktu saya telepon balik yaa, Mas,” ujarnya beberapa hari sebelumnya.

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *