Oknum ASN di Bondowoso Tertangkap Tangan Bawa Sabu

Oknum ASN
gambar ilustrasi. sumber: Medialampung

BERITABANGSA.COM-BONDOWOSO– Seorang oknum ASN DPRD Bondowoso berinisial I diketahui terkena operasi tangkap tangan membawa Sabu oleh Satreskoba Polres, Senin (17/10/2022).

Kasatreskoba Polres Bondowoso AKP Bagus Purnama, melalui Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Reskoba, Nurudin, mengatakan, yang bersangkutan ditangkap di rumahnya di Jalan Mawar, Kecamatan Bondowoso.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Di tangan pelaku didapat satu paket sabu seberat sekitar 0,12 gram.

Berita Menarik Lainnya:  Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah Berhasil Duduki Gedung DPRD

“Diakui bahwa sabu itu akan dikonsumsi sendiri,” terangnya, Selasa (18/10/20220).

Ia menjabarkan, oknum ASN ini mengakui barang haram itu hendak dikonsumsi sendiri. Karena, sejak istrinya meninggal, pelaku galau dan stress sehingga melarikan kesedihannya dengan mengkonsumsi narkoba.

Kendati begitu, pelaku tak ditahan. Karena, pelaku mendapatkan proses hukum restorative justice (RJ).

Alasan RJ diberikan, karena barang bukti yang hanya menyentuh jumlah 0,12 gram. Selain itu, pelaku bukan jaringan narkoba atau pun pengedar.

“Kita tidak melakukan penahanan,” katanya.

Bahkan, saat ini sendiri RJnya sedang diproses oleh tim assessment terpadu (TAT) di Surabaya. TAT sendiri meliputi jaksa, psikiater, dan petugas, serta penyidik Polda.

Berita Menarik Lainnya:  Jaga Kamtibmas Polres Tanjung Perak Gelar Patroli Skala Besar

“RJ itu itu bagian proses hukum juga. Untuk kepastian hukumnya dilaksanakan RJ itu. Ada putusannya nanti, apa kena tiga bulan rehab, apa enam bulan. Nanti tergantung keputusan dari assessment itu, artinya penyembuhan,” terangnya.

Ia menampik pemberian RJ ini lantaran status pelaku yang merupakan ASN. Melainkan karena ada program yang mengedepankan RJ.

Terutama kepada yang terkait penyembuhan, dan korban penyalahgunaan yang perlu direhab.

Berita Menarik Lainnya:  Pakar Hukum Pidana: Penahanan Putri Chandrawati Tunjukkan Profesionalitas Polri

“Saya selaku KBO, tiap bulan harus melaporkan berapa tersangka, apa yang di-RJ. Itu rutin memang diminta oleh Polda,” ungkapnya.

Disinggung tentang pelaku yang mendapatkan barang haram itu, pria akrab disapa Nuruddin ini mengaku tetap akan mengejar informasi itu.

“Secepatnya,” urainya.

Adapun terkait apakah pelaku ini tetap bekerja seperti biasa, kata Nuruddin, itu menjadi kewenangan Inspektorat.

“Nah itu monggo Inspektorat atau pihak sana yang punya kewenangan. Kalau saya hanya menjalankan proses hukumnya saja,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *