Asyik Ngamar di Hotel Mojoagung Jombang, 7 Pasangan Haram Terciduk

Asyik Ngamar di Hotel Mojoagung Jombang, 7 Pasangan Haram Terciduk
Tampak pasangan bukan suami istri saat terjaring razia di Hotel Mojoagung, Kabupaten Jombang. Fa'iz/Beritabangsa.com

BERITABANGSA.COM-JOMBANG- Petugas gabungan dari Satpol PP, Polres, dan Polisi Militer Kabupaten Jombang menggelar razia hotel di daerah Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Selasa (19/4/2022) malam.

Dari hasil razia di dua hotel di Mojoagung ini, petugas berhasil mengamankan 7 pasangan haram (bukan suami istri) sedang asyik ngamar.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1023

Sementara di satu hotel lainnya, tak ada yang diamankan lantaran sejumlah pemesan hotel diduga kabur sebelum petugas datang.

Berita Menarik Lainnya:  Mencicipi Kuliner Warung Banjar Jombang, Pedasnya Sambal Gami Bikin Keringetan

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Jombang Purwanto mengatakan kegiatan razia tersebut merupakan operasi khusus untuk pembinaan masyarakat yang melakukan penyimpangan, atau tidak sesuai dengan Perda nomor 15 tahun 2009 tentang Larangan Pelacuran.

“Hari ini kami dan tim turun di daerah Jombang wilayah timur berhasil mengamankan pasangan non muhrim,” ujar Purwanto.

Dari ketujuh pasang yang sebagian terciduk mesum dalam kamar, langsung dibawa di mobil Satpol PP Jombang. Mereka diangkut ke Kantor Satpol PP untuk pemeriksaan dan pembinaan.

“Di kantor Satpol PP Jombang ini, mereka akan dibina dan diarahkan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Selain itu, kami juga akan berikan mereka surat pernyataan,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  Residivis Spesialis Sikat HP di Rumah Sakit, Digulung Polsek Mulyorejo

Selain sanksi itu, juga ada syok terapi berupa sanksi sosial. Hal ini diberikan menurutnya agar mendapatkan efek jera dan segera sadar, hingga tak mengulangi perbuatannya lagi.

“Sebagai syok terapi, sanksi sosialnya nanti keluarga agar menjemput ke sini. Ini juga menggambarkan bukti kita dari Pemerintah Kabupaten Jombang melakukan pembinaan terhadap keluarga mereka, agar menjadi lebih baik ke depannya,” paparnya.

Kata dia Jombang dikenal sebagai kota santri, maka tidak elok dipandang melihat perbuatan itu dibiarkan. Apalagi masih dalam bulan suci Ramadan 1443 Hijriah.

“Kalau kejadian ini dibiarkan, kan tidak elok. Maka dari itu kami peduli dan kepada mereka juga, maka dari itu kami lakukan razia dan diamankan agar dilakukan pembinaan,” pungkasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Dor, M Tewas Ditembak di Arena Sabung Ayam Bangkalan

Sekadar diketahui, ketujuh pasangan haram itu diantaranya D dari Kesamben berpasangan dengan M dari Watudakon, Kesamben. Lalu S warga Keras, Diwek berpasangan dengan SN dari Mojotrisno, Mojoagung. SL dari Sumberagung, Perak berpasangan dengan MH asal Gresikan, Surabaya.

Kemudian S dari Grobogan, Mojowarno yang berpasangan dengan S dari Sedati Permai, Sidoarjo. AM dari Bronggalan, Surabaya berpasangan dengan S dari Samburan, Sooko, Mojokerto.
WW asal Glagah, Lamongan yang berpasangan dengan N dari Jiwan, Madiun, dan T dari Senden, Peterongan dengan pasangannya F asal Kepuhdoko, Tembelang, Kabupaten Jombang.

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *