Pemkab Bondowoso Launching Ekonomi Padat Karya Berupa Peternakan Domba

Bondowoso, Beritabangsa.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melaunching program membangun ekonomi padat karya di pedesaan melalui peternakan domba dalam mempercepat ekonomi nasional melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat mengatakan, launching ini didukung Kementerian Pertanian RI, Melalui Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian, dengan mengucurkan dana KUR (Kredit Usaha Rakyat). Melalui sosialisasi KUR ini, Kabupaten Bondowoso menjadi tempat yang dipilih sebagai kegiatan pengembangan. Tidak hanya di bidang peternakan domba namun juga sapi.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Bergerak di Bidang Property Sewa Ruko, BUMDesa Wringin Mampu Menggerakkan Perekomian Usaha Mikro Penyewa
banner 1024x1453

“Program ekonomi padat karya ini diharapkan benar-benar bermanfaat nantinya bagi petani. Karena Kabupaten Bondowoso memiliki jatah 50 Miliar KUR yang bisa diakses dari kementerian,” ujarnya usai launching Pembangunan Ekonomi Nasional melalui KUR, di pendopo Bupati Bondowoso, Selasa (11/8/2020).

Sistem pinjamannya, kata Irwan, berupa kredit. Namun yang terpenting petani saat ini sudah mengetahui bahwa ada kuota program KUR yang bisa diakses oleh peternak domba dan sapi di Bondowoso.

Berita Menarik Lainnya:  Rakor TAPD, KPU Bondowoso Ajukan 80,5 Miliar untuk Pemilu 2024

“Sistem pembiayaannya ada off taker, dari off taker itu ada penjamin. Saat ini klaster nya untuk klaster peternak. Sementara untuk pengajuannya sudah ditunjuk oleh perbankkan yang dalam hal ini BNI dari pusat, kemudian nanti dari BNI akan menunjuk off takernya sebagai penjamin,” ujarnya.

Sementara, lanjut Irwan Pemkab Bondowoso dalam hal ini sebagai fasilitator. Karena yang menjadi penjamin dan penyaluran sudah ada Ikatan Koperasi Berdikari.

Ia pun menerangkan, di Jawa Timur saat ini informasinya ada tiga ratus ribu ton kuota ternak yang diekspor ke luar negeri.

Berita Menarik Lainnya:  Entaskan Kemiskinan, 222 KPM di Bondowoso Dapat Jatim Puspa

“Untuk Bondowoso dapat jatah berapa, ini tergantung kapasitas peternak yang ada di Bondowoso, utamanya doma secara umum,” katanya.

Saat ini di Jawa Timur sudah mulai berjalan, hanya saja di Bondowoso baru sekarang tersosialisasikan, karena dana dari Jatim sebesar Rp 5 Triliun masih terserap sekitar Rp 10 triliun.

“Sehingga harapan Presiden RI Joko Widodo, kuota untuk petani ini bisa terserap dalam rangka Pandemi covid-19 dalam hal ini recovery ekonomi atau pemulihan ekonomi,” pungkasnya.

Reporter : Muslim

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 1024x697

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *