Harga Kedelai Meroket, Pedagang Tahu-Tempe Menjerit

Pedagang Tempe Kota Probolinggo
Pedagang Tempe Kota Probolinggo

BERITABANGSA.COM-PROBOLINGGO- Setelah konsumen menjerit minyak goreng langka, kini ditambah lagi harga tempe dan tahu meroket.

Sejumlah pedagang makanan juga mengeluh kenaikan harga tahu dan tempe, termasuk pedagang di Pasar Baru Kota Probolinggo menjerit.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  MoU dengan IPB, Khofifah Upaya Penguatan One Village One CEO
banner 1024x1023

Yesi, penjual nasi lalapan semisal. Dia mengeluhkan kenaikan harga ini. Sehingga dia terpaksa menaikkan harga jualan nasi lalapan dagangannya.

“Bagaimana lagi, tadi saya ke pasar harganya naik semua, jadi saya terpaksa mengurangi ukuran tempe dan tahu di porsi nasi lalapan yang saya jual,” terangnya.

Turiono pedagang tempe dan tahu mengeluhkan karena omset penjualannya menurun drastis.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Kopli Ansori: Mari Bersatu Bangun Lebong Lebih Baik

“Penjualan saya sejak dua hari lalu menurun, ya karena pembeli kebanyakan kaget lihat harga baru ini,” jelasnya.

Sebelumnya dia membayar setoran tempe dan tahu hanya 700 ribuan, kini dia harus menyetor 900 ribuan.

“Wajar saja saya memilih menaikkan harga dari yang semula saya jual Rp7.000 perpapan kini saya jual Rp11.500 perpapan,” tambahnya.

Berita Menarik Lainnya:  Latih Berkurban, Santri TPQ Gandong Takbir Keliling Berlampion

Pantauan di lapangan, kenaikan harga tempe dan tahu ini dipicu oleh kenaikan harga kedelai. Harga kedelai awal Rp6500 perkilogram naik menjadi Rp10.500 hingga Rp11.500 perkilogram di pasaran saat ini.

Masyarakat berharap agar harga tempe dan tahu segera kembali normal, lantaran harga minyak goreng saja masih banyak yang tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku.

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *