Gubernur Khofifah Yakin Prokesra Putar Geliat KUMKM di Jatim

BERITABANGSA.ID-SURABAYA- Pertumbuhan Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) didorong mendukung ekonomi inklusif, karena sebagai penyangga utama perekonomian Jawa Timur.

KUMKM ini bisa menjadi penyangga perekonomian Jatim di masa pemulihan pasca pandemi. Karena itu Pemprov Jatim berkomitmen mendorong terwujudnya ekonomi inklusif melalui gerakan koperasi dan UMKM.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Untuk itu Pemprov Jatim, meluncurkan Program Kredit Sejahtera (Prokesra) melalui Bank UMKM Jatim. Prokesra merupakan program kredit murah dengan suku bunga kredit yang seharusnya 12,15 persen menjadi 3 persen. Rendahnya bunga itu ada subsidi bunga dari Pemprov Jatim 9,25 persen.

Khofifah melanjutkan, total kredit yang telah disalurkan oleh Bank UMKM dalam jangka waktu 4 bulan ini mencapai Rp15,19 miliar dengan jumlah debitur 1.792 pelaku usaha mikro.

Berita Menarik Lainnya:  13 Agen Ditemukan Tak Sesuai Pedum, BNI 46 Akui Agen Penyalur Bansos 'Abal-abal' Lebih Dari Temuan Dinsos

“Semoga dengan Prokesra ini dapat membantu perputaran modal pelaku usaha mikro, agar mereka tidak lagi meminjam ke rentenir berkedok pinjaman online,” Ujar Khofifah.

Selain kredit lunak, Pemprov Jatim juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas produk UMKM dan koperasi Jawa Timur.

Peningkatan kualitas ini, melalui sertifikasi dan standarisasi Pemprov Jatim juga memberikan pendampingan untuk branding logo, kemasan, dan foto produk. Proses rebranding itu difasilitasi melalui Milennial Job Center (MJC).

Pemprov Jatim di 2022 lalu mendapat Corporate Social Responsibility (CSR) berupa alat kemasan dari Bank Jatim dan BRI.

“Produk UMKM kita tak kalah dengan produk di pasaran, apalagi jika dilengkapi sertifikasi, kualitas kemasan, agar dapat semakin menarik konsumen. Kita juga lakukan standarisasi desain logo sampai pembuatan kemasan yang menarik,” jelas Khofifah.

“Alhamdulillah di 2022 kami dapat CSR alat kemasan dari Bank Jatim dan BRI. Ini menjadi bukti terciptanya sinergi dan kolaborasi yang apik dari berbagai pihak untuk pemberdayaan KUMKM di Jawa Timur,” lanjutnya.

Berita Menarik Lainnya:  Tak Terpengaruh Isu Mogok, Pengrajin Tahu di Probolinggo Tetap Produksi

Sebagai informasi, selama 2022, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi dan UKM telah memfasilitasi sertifikasi halal untuk 323 UMKM, sertifikasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) untuk 4 UMKM, sertifikasi SNI untuk 2 UMKM, Pendaftaran merek untuk 162 produk, serta fasilitasi uji laboratorium untuk 21 produk.

Dalam penerbitan sertifikasi halal juga dilakukan kolaborasi dengan Kementerian Agama Wilayah Jawa Timur serta kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat untuk mendorong percepatan sertifikasi halal.

Dari sisi legalitas, telah diterbitkan 28 akta notaris untuk penerbitan badan hukum koperasi serta 1.600 UMKM yang telah didampingi untuk penerbitan NIB (Nomor Induk Berusaha).

Bahkan selalu mendorong pelatihan melalui platform Sijawara+ (Sistem Informasi Pembelajaran dan Peningkatan Wawasan Perkoperasian).

“Selama tahun 2022, sebanyak 3.411 orang telah mengikuti pelatihan melalui platform tersebut dan telah mendapatkan e-sertifikat pelatihan SiJawara+. Selain itu, telah diinisiasi pula pembuatan aplikasi untuk penyusunan laporan keuangan koperasi, baik yang bersifat konvensional maupun yang syariah,” ujar Khofifah.

Berita Menarik Lainnya:  Warga Tolak Praktik Rentenir Berkedok Koperasi di Desa Jatirejo- Kunir

Tak cuma memberikan ruang, Khofifah turut menyampaikan fasilitas dari Pemprov Jatim berupa ilmu. Di antaranya, workshop digitalisasi pemasaran dengan menggandeng berbagai platform marketplace e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Grab, Blibli, Gojek, Lazada dan kolaborasi dengan platform Kasir Pintar untuk mendorong digitalisasi transaksi oleh UMKM.

“Pada tahun 2022, telah dilakukan pelatihan on-boarding di kampus UKM Shopee dengan sasaran mencapai 2 ribu pelaku UMKM,” katanya.

Ke depan, untuk mendorong KUMKM naik kelas dan go global, akan dilakukan test market sebagai bagian penjajakan pasar luar negeri dan peningkatan kerjasama dengan diaspora luar negeri untuk perluasan pasar ekspor produk UMKM.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 1024x697

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *