Gerai Giant Mart Tutup Karena Sulit Bersaing

JAKARTA, Beritabangsa.com – Giant Mart merupakan format baru minimarket yang dikenalkan pertama kali pada 16 Agustus 2017 lalu dengan membuka gerai di Jakarta Barat, milik PT Hero Supermarket Tbk (HERO).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Kebakaran di Perumahan ITS, Bocah Kelas 2 SD Tewas Terkunci dalam Kamar
banner 1024x1023

HERO berencana melakukan transformasimulti tahun untuk mengembangkan bisnis jangka panjang. Dengan melakukan langkah ini karena seiring pola belanja para pelanggan yang terus berubah-ubah.

Salah satu strategi manajemen lakukan. Dengan cara melakukan konversi gerai Giant menjadi IKEA adalah Giant menutup beberapa gerai miliknya,  termasuk gerai Giant Mart.

“Kami punya tiga gerai Giant Mart dan sudah tutup karena sulit bersaing. Alasan kami tutup karena kami harus fokus pada format dan transformasi bisnis,” ujar Gareth Glynne, Direktur HERO di Jakarta, pada hari Jumat (29/11).

Seiring waktu pasar minimarket domestik memang sangat kompetitif. Giant berkompetitor dengan Indomaret milik PT Indomarco Prismatama yang jumlah gerainya sampai kuartal III 2019 mencapai 17.200 gerai, dan Alfa Mart milik PT Sumber Alfaria Trijaya, Alfamidi, dan Lawson.

Berita Menarik Lainnya:  Wanita Paruh Baya di Sreseh Ditemukan Tewas dalam Sumur

“Kedepannya kami ingin fokus dengan format yang ada, tidak mau main kesana. Jadi kami punya tiga gerai (Giant Mart) dan itu pun hanya trial, jadi kami tutup semua,” tuturnya.

Penutupan minimarket Giant ini merupakan “Percobaan” gagal yang kesekian. Pada tahun 2015, HERO juga menutup seluruh operasional gerai convenience store Starmartnya.

“Store Starmart sebanyak 50 gerai ditutup dan sebagian besar gerainya dijual kepada PT Fajar Mitra Indah yang merupakan pemilik gerai Family Mart,” pungkasnya (Red).

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *