Dorong Ekspor, Sesmenko Perekonomian Tanam Perdana Pisang Cavendish

Penanaman pisang cavendish, sekertaris Menko Bidang perekonomian bersama Bupati Bondowoso (foto: Muslim)
Penanaman pisang cavendish, sekertaris Menko Bidang perekonomian bersama Bupati Bondowoso (foto: Muslim)

BERITABANGSA.COM-BONDOWOSO- Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama enam lembaga Kementerian melakukan penanaman pisang Cavendish di Desa Maskuning Kulon, Bondowoso, Sabtu (29/1/2022).

Sekretaris Kementerian Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan, penanaman perdana pisang Cavendish ini merupakan percontohan di lahan seluas 1,8 hektare dengan program demplot.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

“Kita harus yakinkan petani terlebih dahulu. Nanti sepuluh bulan ke depan petani bisa lihat hasilnya,”ujarnya saat dikonfirmasi sejumlah awak media.

Berita Menarik Lainnya:  Kebakaran di Simo Gunung, Lalap Bengkel dan 1 Mobil

Susi, mengatakan, pasar hortikultura masih sangat terbuka bebas, sebab permintaan jauh lebih besar dari pada suplainya. Permintaan yang sangat besar, baik dari luar negeri maupun dalam negeri seperti di Surabaya dan Bali. Oleh sebab itu, pihaknya sangat mendorong untuk pengembangan hortikultura.

“Bondowoso ini kan berada dit
tengah-tengah, ke Bali dekat, Surabaya pun cukup dekat. Kuncinya, komoditi ini (pisang Cavendish,red) sudah jelas ada off takernya (pengambil alih). Jangan sampai nanti kita tanam ramai-ramai, di saat panen tidak ada yang beli, kalau ini jelas, ada PT Great Giant Pineapple (GGP),” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Awas Wabah PMK, 7 Sapi di Probolinggo Jadi Korban !

Susi menegaskan, program tanam perdana pisang Cavendish tersebut bukan program industri, melainkan murni untuk pemberdayaan petani yang didampingi oleh PT GGP

“PT GGP hanya mendampingi petani, nanti setelah panen, PT GGP yang akan membelinya. Untuk harga, dijamin. Yang pasti di atas rata rata pasar,” tuturnya.

Di Kabupaten Ponorogo, kata Susi, dari penanaman seluas 2 hektare ini bisa langsung dikembangkan oleh petani di sana. Penanamannya ini pun dengan aplikasi, jadi luas dan jarak tanamnya terpantau.

Berita Menarik Lainnya:  Wow, PDRB Jatim Triwulan III Naik 2,15 Persen, Ekonomi Bangkit

“Selain itu, harus ada koperasi. Dari koperasi itu tinggal dipilih mau dijual ke luar negeri atau pasar dalam negeri,” paparnya.

PT GGP sendiri, imbuh Susi, telah menjadi pengekspor buah terbesar dengan tujuan 65 negara. Tidak hanya di pisang, tapi juga nanas. Pada 2021, PT. GGP telah mengekspor 18.000 kontainer dengan capaian kurang lebih 350 juta USD.

“Ini potensinya sangat besar, karena di Jawa Timur masih tiga kabupaten, yakni Blitar, Ponorogo, dan Bondowoso,” pungkasnya.

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 1024x697

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *