Cuaca Ekstrem Bikin Harga Bawang di Jombang Makin Perih

Harga Bawang
Tampak pedagang dan pembeli bawang merah dan putih di Pasar Tradisional Jombang. Foto : Faiz

BERITABANGSA.ID – JOMBANG – Sepekan ini hujan terus mengguyur wilayah Kabupaten Jombang. Dampak dari cuaca ektrem tersebut, membuat harga bawang merah dan bawang putih makin tinggi.

Salah satunya seperti kondisi harga bawang merah dan bawang putih di Pasar PON Jombang.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Di lapak Heri (38) – pedagang sayuran, bawang merah sudah dibanderol dengan harga 37 ribu rupiah perkilogramnya.

“Baru naik lagi sejak tiga harian yang lalu, kemungkinan dampak dari cuaca ektrim saat ini. Bawang merah yang sebelumnya 32 ribu perkilogramnya, kini naik jadi 37 ribu rupiah. Kalau bawang putih yang sebelumnya 31 ribu, sekarang jadi 34 ribu rupiah per kilogramnya,” ujar Heri, Senin (23/1/2022) pagi.

Berita Menarik Lainnya:  Pemkab Bojonegoro Mulai Sosialisasikan Pengadaan Tanah Guna Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko

Heri menyebutkan bahwa, cuaca ekstrim berdampak terhadap para petani yang banyak mengalami gagal panen. Sehingga untuk menyiasati kerugian di tingkat petani, harga bawang merah dan bawang putih dijual dengan harga yang makin tinggi.

“Tapi sebenarnya kenaikan harga bawang merah dan putih ini awalnya sudah sejak momen tahun baru itu. Kemudian ditambah dengan musim hujan yang membuat hasil panen para petani mengurang, jadinya harga jual ke pedagang makin mahal,” katanya saat dikonfirmasi.

Kepada pedagang, Heri menyebutkan dampaknya yakni banyak pelanggan yang seringkali bertanya-tanya penyebab kenaikan dari harga bawang tersebut. Pun tak jarang dari pelanggannya yang mengurangi jumlah pembelian.

Sehingga omzet pendapatannya kian alami penurunan. Sementara itu stok bawang merah dan bawang putih di lapaknya masih melimpah. Menyoal sepekan ke depan, ia mengaku belum bisa memprediksi perubahan harga dari bawang tersebut.

Berita Menarik Lainnya:  Warga Tolak Praktik Rentenir Berkedok Koperasi di Desa Jatirejo- Kunir

“Jelas menurun mas pendapatan, banyak pembeli yang mengurangi jumlah pembeliannya. Biasanya orang-orang beli tiga kilogram, sekarang jadi satu kiloan, bahkan ada yang beli per ons. Kalau ke depannya kurang tahu, apakah terus naik atau akan mengalami penurunan,” tandasnya.

Hal senada dengan kondisi harga bawang merah dan bawang putih di pasar tradisional Jombang lainnya. Seperti di Pasar Legi Jombang, bahkan harga bawang merah di pasar ini sudah ada yang menjual dengan harga 38 hingga 39 ribu rupiah per kilogramnya.

“Sekarang banyak yang tambah naik mas, seperti kentang, tapi yang parah ya harga bawang merah dan bawang putih. Kalau bawang merah 38 ribu perkilogramnya, kalau bawang putih 35 ribu rupiah. Mungkin karena musim hujan ini, tapi tidak tau juga sih,” singkat Devi (35), pedagang sayuran asal Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang ini.

Berita Menarik Lainnya:  Inovasi Terbaru, Helm Khusus Bagi Hijabers

Sementara itu akibat dari kenaikan secara signifikan harga bawang merah dan bawang putih tersebut, membuat para pembeli mengeluh dan mengurangi jumlah pembeliannya. Seperti yang dirasakan Nuning Setiawati (29) salah satu pembeli.

“Duh tambah ngelu. Padahal tahun baru itu menurut saya sudah mahal, malah sekarang naik lagi harga kebutuhan pokok seperti bawang ini. Jelas mengurangi Mas, biasanya saya beli 2 kilo, sekarang cukup satu kilo saja,” katanya.

Harapannya pemerintah bisa turun langsung memantau harga kebutuhan pokok saat ini. Dan segera menormalkan kembali.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 1024x697

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *