Ratusan Pengungsi di 4 Kecamatan Dilanda Kesedihan dan Kecemasan

Salah satu korban Semeru, nama masih diidentifikasi | Foto: Humas Pemkab Lumajang
Salah satu korban Semeru, nama masih diidentifikasi | Foto: Humas Pemkab Lumajang

Beritabangsa.com, Lumajang – Pray for Lumajang. Raut sedih dan kecemasan melanda ratusan pengungsi di empat Kecamatan menempati Masjid, Balai Desa dan Sekolahan.

Mereka takut kejadian meletusnya Semeru masih berlanjut. Sementara abu vulkanik pekat membuat rumah mereka rusak.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1023

Tidak sedikit cemas karena beberapa orang belum menemukan anggota keluarga lengkap.

Informasi terkini, di Desa Kajar Kuning ditemukan 4 jenazah dan sudah dievakuasi, menurut BPBD Lumajang, Posko, (Minggu (05/12/2021).

Hujan abu vulkanik panas dan lahar dingin, benar – benar membuat warga sekitar Semeru dan Lumajang pada umumnya panik.

Berita Menarik Lainnya:  Puskesmas Banjar Berikan Obat Penenang Kepada 2 Pemuda Gangguan Jiwa

Guguran abu vulkanik panas membuat banyak korban melepuh. Tidak sedikit fasilitas umum dan rumah warga terkena abu panas. Dan sejumlah jembatan putus terkena gerus lahar dingin yang meluncur dari puncak Mahameru ini.

Menurut BPBD Kabupaten Lumajang status gunung Semeru siaga ll (waspada).

Untuk membuka akses jalan pihak BPBD menggunakan alat berat dibantu oleh TNI, Polri, Basarnas dan sejumlah relawan dari Rapi, Orari, Banser dan yang lainnya.

Akibat peristiwa ini, jembatan Perak, jalur utama arah Malang-Lumajang putus total, sehingga warga Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Tempursari terisolasi.

Berita Menarik Lainnya:  Cegah Covid-19, Samsat Bondowoso Ajak WP Senam

Sedangkan akses jalan menuju lokasi masih tertutup abu.

Ribuan warga di Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo dan Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang mengungsi ke Masjid dan di Kantor Desa serta di titik-titik yang dianggap aman.

Adapun korban yang berhasil ditemukan, dari Kecamatan Pronojiwo 45 orang terluka melepuh dan 1 orang meninggal atas nama Poniyem (50), warga Dusun Curah Kobokan, RT 05, RW 07, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Untuk korban dari Kecamatan Candipuro sebanyak 57 orang.

Sementara jumlah pengungsi yang berada di Kecamatan Pronojiwo sebanyak 305 orang yang ditempatkan di SDN Supit Urang, Masjid Baitul Jadid, SDN Oro-oro Ombo 2 dan SDN Oro-oro Ombo 3, Balai Desa Sumber Urip, SDN Sumber Urip 2, dan sebagian lagi mengamankan diri di rumah keluarganya di sekitar ketinggian Dusun Kampung Renteng dan Dusun Sumber bulus Desa Oro Oro Ombo.

Berita Menarik Lainnya:  Dituduh Tahan Pasien RSU Muhammadiyah Bikin Klarifikasi

Sedangkan di Kecamatan Candipuro sebanyak 405 pengungsi yang terbagi di Balai Desa Sumberwuluh, Balai Desa Penanggal, Balai Desa Sumber mujur, Dusun Kampung Renteng, Desa Sumber wuluh dan Dusun Kajar kuning, Dusun Sumberwuluh.

Untuk di Kecamatan Pasirian sebanyak 188 pengungsi, yang disebar menjadi 4 tempat, yaitu Balai Desa Condro, Balai Desa Pasirian dan Masjid Baiturahman, Pasirian serta Masjid Nurul Huda, Alun-alun Pasirian.

banner 600x310

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *