Usai Erupsi Semeru, Warga Evakuasi Ternaknya

erupsi
Sejumlah warga saat mengevakuasi hewan ternaknya pasca erupsi Semeru

BERITABANGSA.COM-LUMAJANG– Ratusan warga Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, berbondong-bondong menyelamatkan hewan ternaknya, pasca erupsi Gunung Semeru, Senin (5/12/2022) pagi.

Menurut Sekretaris Desa (Sekdes) Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Samsul Arifin (Cak Sul), saat ini warganya banyak yang kembali ke tempat tinggalnya guna menyelamatkan hewan ternaknya.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Viral, Video Adu Jotos Berseragam Peserta Munas HIPMI di Solo
banner 1024x1453

“Mereka sebenarnya sudah bertempat tinggal di hunian baru pasca erupsi Gunung Semeru tahun lalu, namun mereka balik ke lokasi asalnya untuk menyelamatkan harta bendanya,” terangnya kepada wartawan, via chat WhatsAppnya.

Dikatakan pula oleh Cak Sul, ada sebagian warga yang belum direlokasi ke hunian baru, sebab lokasi tempat tinggalnya dalam posisi zona aman dari erupsi Gunung Semeru.

“Hewan ternaknya saja yang di evakuasi, ada warga Kajarkuning di RT 1 belum dapat huntara yang diungsikan, karena lokasi mereka di Gunung Sawur, memang bertahap dan posisi juga aman,” katanya lagi.

Berita Menarik Lainnya:  KPU Kabupaten Blitar Sosialisasi Tahapan Pemilu dengan Anak Yatim, Toga dan Tomas

Menurut Pak Carik ini, ada juga beberapa warga yang sudah dapat huntap tapi barangnya masih banyak di rumah lama, jadi masih baru bisa evakuasi.

Kelihatan dari video yang beredar, sebenarnya itu bukan erupsi tapi Awan Panas Guguran (APG). Kalau erupsi arah letusan cenderung arah angin. Sedangkan APG, itu tergantung cekungan kuba lava dan alur palung sungai. Dan saat ini palung Sungai ke arah Curah Kobokan, Sumberwuluh dan seterusnya.

Berita Menarik Lainnya:  Mahika FC Tanggulangin Juara Piala Kasad di Sidoarjo

“Sedang yang lain mengarah ke kali Glidik, Sumbersari, Kamar A dan Kecamatan Pronojiwo,” ungkap pensiunan Proyek Semeru, Mbah Mul.

Yang di khawatirkan, kata Mbah Mul, di puncak atau hulu terjadi hujan, berakibat sungai di hilirnya terjadi banjir lahar dingin atau banjir lahar panas.

Sementara ini, kondisi Gunung Semeru masih dalam kondisi darurat selama 14 hari ke depan.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *