Semeru Batuk Lagi, Pos Pantau Di-Offkan

Semeru batuk lagi
Kondisi Semeru saat ini

BERITABANGSA.COM-LUMAJANG– Segala bentuk kegiatan di sekitar pos pantau Gunung Semeru Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, diminta untuk dihentikan.

Hal ini disampaikan Koordinator Pos Pantau Curah Kobokan, Sugiyono, kepada media ini, jika letusan awan panas masih keluar terus sejak pukul 02.46 WIB dini hari tadi.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

“Saat ini masih belum bisa dipastikan, sebab awan panas guguran (APG) Semeru masih keluar naik turun dan mengumpul di atas, makanya kegiatan di sekitar sini diminta untuk dihentikan,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (4/12/2022), pagi tadi via chat WhatsApp nya.

Berita Menarik Lainnya:  Patroli OPS Yustisi di Surabaya Jaring 97 Orang Pengunjung dan Pegawai Karaoke

Menurut seorang warga, ini adalah peringatan 1 tahun musibah melanda Kecamatan Candipuro oleh APG Semeru.

Dari data yang diperoleh awak media dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG, Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, serta info https://magma.esdm.go.id/v1/gunung-api/informasi-letusan, telah terjadi erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur pada 04 Desember 2022 pukul 02:46 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.500 m di atas puncak (± 5.176 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah tenggara dan selatan.

Berita Menarik Lainnya:  Prediksi Formasi Indonesia vs Curacao Setelah Asnawi dan Saddil Cidera

Awan panas guguran masih berlangsung, erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat.

Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga), dengan rekomendasi, yang pertama tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Berita Menarik Lainnya:  Jembatan Suramadu Lockdown, Aktivitas Warga Bangkalan Dibatasi

Kedua, tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Ketiga, mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Selain itu, sumber berita juga dihimpun dari Media Sosial PVMBG dan https://linktr.ee/PVMBG.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *