Kasus Keracunan Podoroto Jombang, Begini Pengakuan Tuan Rumah

Kasus Keracunan Podoroto Jombang, Begini Pengakuan Tuan Rumah
Tampak petugas dari Kepolisian dan Dinas Kesehatan, ketika meminta keterangan kepada pemilik hajatan.

BERITABANGSA.COM– JOMBANG – Korban dugaan keracunan makanan kenduri sajian kegiatan rutin pengajian warga Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, telah ditangani tim medis di sejumlah Rumah Sakit. Tim Polisi dan Dinas Kesehatan juga telah mengambil sampel makanan, bahan makanan dan air dari rumah si pemilik hajat. Lalu apa pengakuan si pemilik hajat dalam musibah ini?

Lazimnya pengajian, atau kegiatan rutin di kampung, para undangan diberikan sajian makanan untuk disantap dan air minum serta jajan. Sepulangnya mereka diberi bingkisan makanan atau disebut berkatan. Seperti yang dilakukan rutin di Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben ini, dengan si pemilik hajat atau tuan rumah yang ketempatan bernama Eka Puji Astutik ini.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Lestarikan Budaya, Ubaya Gelar Wayang Kulit Babad Wanamarta
banner 1024x1453

Eka Puji Astutik mengaku sudah mengetahui kejadian kemarin. Perempuan yang juga berprofesi sebagai guru ini menceritakan awal mula dari persiapan hidangan makanan para tamu hingga diketahui banyak warga yang diduga keracunan usai menyantapnya.

“Saya kira cara masaknya sudah benar ya, dicuci dulu sampai bersih. Kalau bahan bahannya kami beli semua, seperti tahu beli di Bongkot, telurnya di Maktun Sumboto. Bahkan air menurut saya gak tercemar sih, soalnya setiap hari saya pakai air itu,” ujarnya kepada awak media pada Sabtu (14/5/2022) siang.

Berita Menarik Lainnya:  Khofifah Turun Langsung ke Lokasi Banjir Bandang Minta Prioritaskan Pemulihan Infrastruktur dan Rumah

Begitu disinggung apakah ada keanehan aroma maupun rasa dari masakan saat memasak, perempuan berusia 47 tahun ini meyakini tidak ada. Karena berdasarkan pengakuannya juga tak jarang mencicipi masakan saat memasak.

“Saya kira tidak ada ya Mas, soalnya saya juga kan mencicipi toh,” jelasnya saat ditemui awak media di kediamannya.

Eka, mengaku prihatin usai mengetahui kejadian banyak warga yang diduga usai menyantap makanan tersebut mengalami keracunan. Sementara menurutnya kejadian itu jadi peristiwa nahas.

Berita Menarik Lainnya:  Sentuh Rp14.000, PG RMI Bantu Pemkab Blitar Opas Gula Pasir

“Mengetahui itu, prihatin Mas. Karena saya juga kan gak mungkin membuat dengan sengaja. Telurnya pun saya cicipi terlebih dahulu,” tandanya.

Diketahui sebelumnya, puluhan warga di Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang mengalami keracunan massal. Korban mengalami mual hingga diare diduga usai memakan nasi berkat yang didapat dari pengajian rutinan.

Hingga kini berdasarkan data yang diterima, terdapat 35 orang diduga keracunan melakukan rawat jalan. 9 orang dirawat di Puskesmas Kesamben Jombang dan 3 pasien lainnya dirawat di Rumah Sakit Sakinah Mojokerto

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 1024x697

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *