Emak – emak Geruduk Rumah Terduga Dukun Cabuli Anak Yatim

SG terduga pelaku pencabulan anak dibawah umur saat digelandang petugas menuju Mapolresta Sidoarjo | Foto: Muhaimin
SG terduga pelaku pencabulan anak dibawah umur saat digelandang petugas menuju Mapolresta Sidoarjo | Foto: Muhaimin

BERITABANGSA.COM – SIDOARJO – Warga Desa Kepuh Kemiri, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo yang sebagian besar terdiri dari mayoritas emak-emak ini menggeruduk rumah SG (55) Tokoh Agama (Toga) terduga pelaku pencabulan di Desa Grinting, Kecamatan Tulangan, Selasa (18/1/2022).

Emak – emak ini berdalih tidak sabar dengan lambannya penanganan dari pihak kepolisian. Perkara dugaan pencabulan yang menimpa Bunga (13) anak Yatim Yayasan di Kepuh Kemiri, belum ada tindaklanjutnya.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Aksi emak-emak menggeruduk rumah SG terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur itu sempat diredam oleh perangkat desa setempat, untuk menunggu petugas.

Berita Menarik Lainnya:  Gerai Makanan Cepat Saji Sam Chik Dilalap si Jago Merah

Setelah dilakukan negosiasi dengan emak-emak dan beberapa pihak, akhirnya pelaku diamankan pihak Kepolisian untuk dibawa ke Markas Polisi.

Menurut Khusaini, Ketua RT setempat mengatakan bahwa aksi warga dan emak- emak itu dipicu oleh lambatnya penanganan perkara pencabulan yang menimpa Bunga (13) santri Ponpes Yatim Piatu. Sementara terduga pelaku SG tokoh agama dan juga donatur Ponpes itu masih tenang saja.

“Karena pelaku tak kunjung ditahan, warga gak sabar dan akhirnya menggelar aksi ini,” katanya, dikonfirmasi ulang beritabangsa.com, Rabu (19/01/22).

Berita Menarik Lainnya:  Event WebSight Niagahoster 2022 Akan Digelar, Siap Beri Insight Tentang Dunia Digital

Khusaini menambahkan pihaknya sempat didatangi petugas, untuk menanyakan provokator aksi tersebut. Ketua RT mengaku sempat disalahkan karena tidak meredam aksi massa tersebut.

Namun kata Khusaini, dia sudah berusaha meredam warga berulang kali, agar tidak melakukan aksi. Tapi warga tidak sabar dan meminta pelaku untuk segera ditahan.

“Berulangkali saya berusaha meredam, tapi karena terduga tetap gak ditahan, akhirnya ya demo ini,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi, diduga aksi pencabulan SG ini dilakukan di rumah terduga pelaku di Desa Grinting, yang berjarak 50 meter dari Ponpes tempat Yatim Piatu itu.

Kejadian sekira 29 Oktober 2021 dan baru terungkap pada awal Januari 2022, ketika korban Bunga menceritakan peristiwa pencabulan yang menimpanya kepada salah satu pengasuh Pondok Pesantren.

Berita Menarik Lainnya:  Cuaca Ekstrim, LPBI NU Mojokerto Himbau Masyarakat Selalu Waspada

Pada 5 Januari 2022, pengasuh Pondok Pesantren itu melaporkan ke Mapolresta Sidoarjo, untuk mendapatkan tindak lanjut.

Sebelumnya terduga SG yang berstatus tokoh agama dan juga paranormal tersebut, sempat melakukan mediasi dengan pihak Ponpes untuk menempuh jalur kekeluargaan, namun pihak Ponpes menolak.

Sementara Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resort Kota Sidoarjo, Iptu Tri Novi Handono membenarkan kejadian tersebut, dan sekarang terduga pelaku sudah diamankan di Mapolresta Sidoarjo.

Untuk penangangan lebih lanjut terkait laporan pencabulan oleh pihak Ponpes, pelaku sudah ditahan di Mapolresta Sidoarjo.

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *