EKO-TREN Sabet Top Terpuji KIPP 2022, Sejahtera Berbasis Pesantren

Jatim raih EKO-TREN

BERITABANGSA.COM-JAKARTA- Komitmen Provinsi Jawa Timur memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui inovasi pemberdayaan pesantren.

Wujudnya berupa program pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pesantren (EKO-TREN) dengan konsep One Pesantren One Product (OPOP).

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Alhasil, gagasan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini meraih Top Terpuji dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik KIPP 2022 KemenPAN-RB.

EKO-TREN OPOP dibentuk untuk memberdayakan kemandirian pesantren dengan menciptakan lapangan kerja.

Ada peningkatan usaha pesantren yang melibatkan santri dan alumni.

Dia yakin dengan semakin banyaknya pesantren ikut program ini maka semakin banyak masyarakat yang kesejahteraannya meningkat.

Berita Menarik Lainnya:  Di Jatim Pernikahan Dini Masih Tinggi, Kurun 2021 Ada 17.151 Kasus

“Jawa Timur ini gudangnya pesantren, jumlahnya sangat besar. Tentu ini berpengaruh terhadap masyarakat, saya optimis dengan melibatkan pesantren akan memberi pengaruh besar pada percepatan kesejahteraan masyarakat,” kata Gubernur Khofifah usai menerima anugerah Top Terpuji KIPP 2022 KemenPAN-RB yang diserahkan langsung MenPAN- RB Abdullah Azwar Anas di Hotel Bidakara Jl. Gatot Subroto Jakarta, Selasa (6/12) pagi.

Khofifah, mengatakan dalam EKO-TREN OPOP ada 3 pilar utama yang dibangun yaitu Pesantrenpreneur, Santripreneur, dan Sosiopreneur. Pesantrenpreneur, lanjutnya, adalah pemberdayaan ekonomi pesantren melalui koppontren dan badan usaha lainnya.

Lalu santripreneur merupakan pemberdayaan santri menjadi entrepreneur melalui laboratorium kewirausahaan dan vokasional skill. Sedangkan sosiopreneur adalah upaya pemberdayaan usaha alumni pesantren melalui sinergi dan kolaborasi dengan usaha ponpes dan masyarakat.

Berita Menarik Lainnya:  Pemuda Ini Akhiri Hidup dengan Gantung Diri, Tinggalkan Pesan untuk Ibunya

“Sampai saat ini telah bergabung 750 pesantren dalam pesantrenpreneur dan lebih dari 100 ribu santri yang terlibat dalam santripreneur,” jelasnya.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menjelaskan dalam pengembangan 3 pilar EKO-TREN OPOP tidak bisa jika hanya pesantren yang berupaya. Ia menegaskan harus melibatkan banyak pihak seperti pemerintah, media, akademisi, private sektor dan masyarakat.

Mantan Menteri Sosial RI ini berharap kolaborasi Hexahelix akan ada 6 aspek fasilitasi yang dilakukan. Yaitu kelembagaan dan usaha, SDM, produk, pemasaran, dan pembiayaan dapat dilakukan dengan optimal.

Bank Indonesia misalnya, telah membantu pada aspek kurasi produk, sertifikasi halal, juga pelatihan juru sembelih halal.

Sedangkan dengan Perguruan Tinggi , Gubernur Khofifah mengungkapkan telah ada kerjasama yang dilalukan dengan UNUSA, ITS Surabaya, UNISMA dan perguruan tinggi lainnya.

Berita Menarik Lainnya:  Diklat KS, 123 Guru di Bondowoso Dibebani Rp2,75 Juta

Lalu dengan swasta kerjasama telah dibangun dengan Bank Jatim Syariah, Pertamina, Grab, pemetaan potensi ekonomi oleh ICSB, Forum Kerjasama Koppontren.

Dan yang membanggakan, EKO-TREN program Gubernur Khofifah telah direplikasi oleh 11 Kab/Kota yaitu Kota Madiun, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto dan Kabupaten Lamongan, Magetan Jombang Gresik Blitar, Sidoarjo dan Trenggalek, Ngawi serta Provinsi Kalimantan Selatan.

Menurutnya inovasi ini mudah untuk direplikasi karena saling berkesinambungan dan melibatkan semua unsur dalam ekosistem juga pendekatan pemberdayaan melalui 6 aspek fasilitasi mulai kelembagaan hingga pemasaran.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *