Duel Ponpes Darul Ulum vs Bahrul Ulum Jombang Ricuh, Supporter Bentrok

Ricuh
Detik-detik kericuhan antar suporter tim Ponpes Darul Ulum dan Bahrul Ulum Jombang terjadi di tengah lapangan Stadion Merdeka Jombang

BERITABANGSA.COM– JOMBANG – Sangat disayangkan. Pertandingan sepakbola antar Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Rejoso dengan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, berakhir ricuh, Minggu (3/7/2022) siang.

Ditambah lagi, supporter tim keduanya masuk tengah lapangan sebelum pertandingan babak II usai. Baku hantam tak terelakkan. Pertandingan terpaksa dihentikan.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Salah satu pengasuh PPDU Rejoso Jombang yang turut jadi penonton selama pertandingan berlangsung, Muhammad Zulhilmi As’ad mengakui keributan itu lantaran ada kesalahpahaman.

“Iya memang situasi permainan dari awal sudah memanas. Namanya sepak bola, ingin gol gitu. Tapi di menit menit babak kedua hampir selesai tadi ada kesalahpahaman. Sehingga terjadi kericuhan,” ujarnya kepada wartawan.

Berita Menarik Lainnya:  Meluruskan Zakat Fitrah yang Salah Kaprah

Disinggung soal pemicu kericuhan, Gus Edo ini masih belum bisa memastikan. Namun demikian, kata Gus Edo, mereka tak puas kepemimpinan wasit.

“Belum bisa memastikan. Tapi tadi ada supporter yang fanatik sangat mengharapkan menyamakan kedudukan, tapi wasit tidak merespon cepat ketika terjadi pelanggaran,” ujarnya di Stadion Merdeka Jombang.

Dari kejadian ini, pihaknya berupaya agar menjadikan sebuah pelajaran terhadap antar pengurus tim kesebelasan dan panitia dalam pertandingan Liga Santri PSSI Piala KSAD di Kabupaten Jombang.

“Tapi namanya juga sepakbola. Ya jadi pelajaran untuk kedepannya, baik dari pengurus tim maupun panitia. Agar Liga Santri ini terus berjalan dengan aman dan kondusif,” tandasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Sekum Apdesi Sulsel Kembali Pimpin Desa Punagaya

Di tempat yang sama, ketua panitia Liga Santri PSSI Piala KSAD di Jombang, Basuki membenarkan kejadian ricuh hingga akibatkan bentrok antar suporter di tengah lapangan.

“Iya benar, ini ada keributan. Intinya saat ini saya masih mengamankan tim dari panitia dulu,” ujarnya kepada awak media.

Disinggung seputar pertandingan, pihaknya masih belum memastikan antara lanjut atau tidaknya. Sementara itu Basuki mengatakan pertandingan terpaksa diberhentikan sebelum babak II usai.

“Belum tahu. Pertandingan ini tadi diberhentikan, 7 menit sebelum babak kedua selesai. Mungkin itu saja ya Mas,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, dari 18 tim sepakbola yang terdaftar di Liga Santri PSSI Piala KSAD 2022 Kabupaten Jombang tersisa 8 tim sepakbola yang sudah dinyatakan masuk fase gugur dan akan berjuang kembali di perempat final.

Berita Menarik Lainnya:  Wujud Sinergi Membangun Negeri, TMMD ke 110 Resmi Dimulai

Pertandingan awal 8 besar yakni tim dari Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang melawan tim sepak bola Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Minggu, (3/7/2022) pagi.

Pertandingan berlangsung meriah dari dukungan kedua tim. Seribuan supporter memenuhi Stadion Merdeka Jombang. Begitu dimulai, sorak teriakan dan nyanyian lagu semangat terdengar.

Selama pertandingan, curi bola antar pemain memanaskan para penonton. Di babak I, tim Ponpes Bahrul Ulum berhasil menekuk Ponpes Darul Ulum 2-0.

Begitu babak II dimulai, situasi tambah memanas. Pelanggaran seringkali terjadi. Wasit tak jarang mengeluarkan kartu kuning.

Laga babak II tak sampai selesai. Lantaran kedua supporter ricuh memasuki kawasan lapangan. Laga pun dihentikan.

>>>ikuti berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 1024x697

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *