Digoyang Aksi Garong SD Bertubi-tubi, Kapolres Jombang Siap Tanggungjawab

kapolres jombang
Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat saat ditemui di ruangannya. Foto : Faiz

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Aksi komplotan penggarong SD secara bertubi-tubi, membuat Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Jombang AKBP Moh Nurhidayat geregetan.

Sedikitnya, 8 lembaga SD di Jombang digarong maling sejak Oktober 2022.
Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat menyatakan siap untuk bertanggungjawab.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Kapolres menegaskan dengan berbagai upaya akan mengungkap segera kasus tersebut.

“Intinya kami siap bertanggungjawab. Namun kalau sekolah-sekolah tidak ada satpam dan CCTV, hal yang mudah bagi para pelaku untuk mencuri,” ujar Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat kepada Beritabangsa.com pada Rabu (30/11/2022) malam.

Berita Menarik Lainnya:  Nurhadi Legislator Nasdem Gelar Germas di Desa Sidorejo

Selain itu, langkah-langkah untuk mengungkap dan menjaga keamanan dipastikan sudah dilakukan dan diperketat.

Mulai dari upaya menangkap pelaku, hingga keamanan tiap sekolah di Jombang dengan tujuan kejadian tersebut tak terulang.

“Upaya kami yang pertama meningkatkan patroli. Dan kami sudah meminta tiap sekolah untuk meningkatkan patroli, mengingat kejadian ini berurutan dari kejadian pertama di Wonosalam,” jelasnya.

Melihat dari sejumlah aksi pelaku yang terekam CCTV, Kapolres Jombang menyebutnya merupakan pola yang khusus.

Diperjelas Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat, para pelaku menyasar dari berbagai sekolah yang mempunyai aset tertinggal tanpa adanya pengamanan.

“Kami sudah mengumpulkan rekaman CCTV dan menerjunkan tim Inafis untuk melacak identitas. Sedangkan soal upaya memastikan para pelaku merupakan jaringan yang sama, sudah kami lakukan dengan mengidentifikasi para pelaku yang dulu pernah melakukan juga, namun yang bersangkutan masih di dalam,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  Penghuni Terlelap, 6 Kamar Kos Ludes Dimakan Api

Menyoal hasil identifikasi sementara dari rekaman CCTV, AKBP Moh Nurhidayat menyebut terdapat beberapa tempat kejadian perkara dengan pelaku yang dinilai hampir sama. Selain itu dikatakan, waktu beraksinya rata-rata dilakukan pada dini hari.

“Ada beberapa TKP dengan kelompok yang sama, dengan jumlah dan jam yang hampir mirip. Namun beberapa lokasi juga, berbeda orangnya. Kami sudah melakukan identifikasi dengan mengumpulkan sidik jari dan kami cocokan dengan target TO,” paparnya.

Berita Menarik Lainnya:  Baznas Lumajang Buka Pendaftaran Beasiswa Santri 2021, Ini Kriterianya

“Ini kami sedang melakukan upaya maksimal, karena kami mempunyai tanggung jawab untuk segera mengungkap. Kami mohon doanya untuk segera terungkap,” imbuhnya.

Sesuai data di Polres, 8 lembaga sekolah dasar yang jadi korban komplotan ini yakni SDN Wonosalam 3 pada Sabtu (5/11/2022), SDN Panglungan 2 pada Senin (7/11/2022) sekitar pukul 01.52 WIB, SDN Wonosalam 5 pada Jumat (11/11/2022) sekitar pukul 02.00 WIB, SDN Tebel 1 yang pada Senin (14/11/2022), SDN Ngampungan pada Minggu (13/11/2022) malam, SDN Kedungotok pada Jum’at (25/11/2022) dini hari, SDN Mentaos pada Senin (28/11/2022) malam dan SDN Kauman 2 pada Senin (28/11/2022) dini hari.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *