Varian Omicron Terdeteksi di Jatim, Gubernur Khofifah Minta Tidak Panik, Tapi Perketat Prokes

Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungannya di Kabupaten Pasuruan, menyatakan Omicron sudah terdeteksi di Jawa Timur. Untuk itu masyarakat diminta tidak panik, tetapi memperketat protokol kesehatan, Minggu (2/2/2022) | Foto: Humas Pemprov Jatim
Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungannya di Kabupaten Pasuruan, menyatakan Omicron sudah terdeteksi di Jawa Timur. Untuk itu masyarakat diminta tidak panik, tetapi memperketat protokol kesehatan, Minggu (2/2/2022) | Foto: Humas Pemprov Jatim

BERITABANGSA.COM-PASURUAN – Benar saja. Omicron sudah masuk Indonesia. Bahkan di Jawa Timur. Hal itu berdasarkan laporan dari Institute Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga, Surabaya.

Mendengar itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat Jawa Timur tidak panik, tetapi meningkatkan kewaspadaan, memperketat protokol kesehatan dan mempercepat vaksinasi.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

“Kita tidak boleh panik, tapi yang terpenting harus waspada dengan cara memperketat protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan serta percepat vaksinasi,” kata Khofifah di sela-sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Pasuruan, Minggu (2/1/2022).

Berita Menarik Lainnya:  Perhatian ke Driver Ojol Perempuan, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan

Terdeteksinya varian Omicron di Jatim ini tak bisa terelakkan. Hal ini dikarenakan salah satu karakternya yang super cepat menular.

“Sekarang yang harus kita lakukan adalah bersama-sama berupaya sekuat tenaga agar varian Omicron tidak meluas di Jawa Timur, dan jangan sampai terjadi penularan lokal. Saya juga langsung kordinasi dengan Pangdam, Kapolda, Ka. BNPB serta Menkes,” katanya.

Untuk itu, Khofifah meminta semua pihak menjaga kondisi supaya situasi di Jatim tetap baik dan terkendali. Yakni mempertahankan jumlah kasus aktif agar tetap rendah, tingkat penularan terus diawasi agar bertahan di bawah angka satu persen dan jangan sampai terjadi lonjakan kasus.

Berita Menarik Lainnya:  Aksi Gubernur Khofifah Bagi-bagi Bendera Merah Putih dan Sembako

“Waspada penting, tapi jangan perkembangan ini membuat kita panik. Sejauh ini varian omicron belum menunjukkan karakter yang membahayakan nyawa pasien, terutama pasien yang sudah mendapatkan vaksin,”kata Khofifah.

Selain itu, Khofifah juga menekankan pentingnya vaksinasi dalam mencegah penularan omicron. Vaksinasi sebagai salah satu intervensi dalam menekan penyebaran Covid-19.

“Oleh sebab itu saya meminta semua warga Jatim yang belum mendapatkan dua kali vaksin, apalagi yang sama sekali belum divaksin segeralah mendatangi fasilitas-fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin,” imbuhnya.

Berita Menarik Lainnya:  Khofifah Ingatkan Kader PMII Agar Siap Hadapi Tantangan ke Depan

Di akhir, orang nomor satu di Jatim ini kembali meminta masyarakat untuk tidak mengendorkan protokol kesehatan, meskipun situasi di Jatim sudah melandai.

“Saudara-saudara semuanya, jangan kendor menerapkan protokol kesehatan, bagaimanapun pandemi Covid-19 belum benar-benar usai. Kepada pemerintah daerah saya minta agar testing dan tracing kontak erat digencarkan lagi, ditingkatkan lagi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kasus Covid-19 aktif di Jatim per 1 Januari 2022 ada 98 orang dari total 400.081. Yang meninggal 29.746 orang dan yang sembuh sebanyak 370.237. Dengan capaian vaksinasi dosis 1 sebanyak 78.59% dan dosis 2 sebanyak 56.98%. Sementara vaksin lansia tercapai 63,31 persen.

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 600x310

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *