Warga Probolinggo Keluhkan Solar Langka, Sudah Antre Lama Tapi Tidak Kebagian

Probolinggo
Penampakan Sejumlah Kendaraan Mobil Bahan Bakar Solar, Sedang Mengantri Panjang di SPBU Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. (Foto: Fai'z)

BERITABANGSA.COM-PROBOLINGGO – Beberapa minggu terakhir bahan bakar jenis solar mengalami kelangkaan di beberapa SPBU di daerah Kabupaten Probolinggo, salah satunya di SPBU Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo Kamis (31/3/2022) siang.

Terlihat banyak mobil antre mengular hingga jalan raya. Para sopir kendaraan terlihat gelisah, selain cuaca sangat terik antrean semakin panjang.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1023

Tidak sedikit dari mereka mengipasi wajahnya yang dibanjiri keringat. Mereka rela antre berjam jam demi mendapatkan solar.

Berita Menarik Lainnya:  Harga Minyak Goreng Selangit, Penjual Gorengan Menjerit

Abdur Rofiq, sopir yang turut mengantre. Dia mengaku di beberapa SPBU di Kabupaten Probolinggo, solar cepat habis. Maka dia rela mengantre lama hanya demi mendapatkan solar.

“Dari tadi ngantre, ya mau ngisi solar mobil pikap ini. Lumayan lama, sampai capek juga. Mau ngisi di pom lain juga, belum tentu tersedia. Jadi ya terpaksa ngantre di sini,” ujar Rofiq kepada beritabangsa.com.

Nahas menimpa sopir asal Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo ini. Betapa tidak. Sekian lama mengantre, setengah jam-an ternyata giliran dia solar sudah habis.

Berita Menarik Lainnya:  Simak Hal-hal yang Merusak Pahala Puasa Ramadan

“Sudah lama antre, setelah pas hampir giliran saya untuk mengisi, ternyata solarnya sudah habis. Jadi cukup capek, karena lama ngantrenya, dan juga ini mau cari solar di tempat lain juga belum tentu ada nanti ini. Ya terpaksa berusaha mencari ini,” jelasnya via telepon.

Melihat itu pihaknya mendesak agar, pemerintah segera menyikapi dan kelangkaan solar saat ini.

“Ya harapannya pemerintah bisa bertindak. Kasihan kalau dipersulit seperti ini, yang minyak goreng saja belum selesai, sekarang ganti ke solar langka,” pungkas sopir truk angkut furniture ini.

Antrean panjang juga terjadi di SPBU Malasan, Kabupaten Probolinggo. Antrean truk dan kendaraan jenis lain meluber ke jalan raya. Mereka rela demi mengisi bahan bakar kendaraan dengan solar bersubsidi.

Berita Menarik Lainnya:  Gubernur Khofifah: Jumlah Desa Mandiri di Jatim Tertinggi Nasional

Sementara itu pengawas SPBU Malasan Kulon, Edi Saiful menjelaskan situasi yang terjadi di SPBU ini.

“Sebetulnya solar tidak langka hanya dibatasi pembelian oleh Pertamina. Sehari kami hanya dijatah 16 ton liter solar. Sedangkan stok untuk penjualan dibagi 3 shift per hari. Setiap kendaraan hanya dapat 38 liter solar atau nilai uang Rp200 ribu. Agar solar bisa dijual secara merata kami memakai alat EDC,” jelas singkat Edi dikutip beritabangsa.com dari detikjatim.com.

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *