Misi Dagang di Riyadh, Ekspor Jatim Dipacu

misi dagang

BERITABANGSA.COM-RIYADH– Upaya memperluas akses pasar perdagangan ekspor bagi pelaku usaha di Jawa Timur terus dilakukan pemerintah Provinsi Jatim.

Hari ini, Senin (28/11/2022), Gubernur Khofifah memimpin misi dagang bertemu dengan pelaku usaha di Riyadh – Arab Saudi di Cultural Palace, Diplomatic Quarter, Riyadh.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Dihadiri oleh banyak elemen pelaku usaha di berbagai bidang, kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha eksportir dan importir serta distributor dari kedua negara baik dari Jawa Timur maupun dari Riyadh – Arab Saudi.

Misi dagang ini merupakan kegiatan strategis untuk menarik investasi serta meningkatkan ekspor berbagai komoditas unggulan dari Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan pasar perdagangan di Arab Saudi.

Berita Menarik Lainnya:  Hari Putri Salurkan Bantuan Alat Olahraga kepada Warga Jember

“Terima kasih pada KBRI di Riyadh yang juga memberikan support demi kelancaran Misi Dagang Jatim di Riyadh,” ujarnya.

Hampir semua produk yang ditawarkan telah mencatatkan transaksi dan dapat mitra distributor. Komitmen investasi, permintaan untuk bussines trip ke Jatim agar mengenal potensi konkret didapat.

Misi dagang ini setelah offline juga masih akan berjalan secara virtual.

Ada beberapa komoditas dari Jatim yang potensial mengisi pasar Saudi Arabia terutama produk makanan minuman industri kecil menengah.

Ia optimis misi dagang ini dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.

Investasi di Jatim akan untung karena kondusif, dan ekonomi Jatim terus menunjukkan peningkatan yang signifikan.

“Pertumbuhan ekonomi Jatim di luar sektor non migas tertinggi se Indonesia. Triwulan III 2022 tumbuh 6,13 persen. Pertumbuhan investasi di semester I tahun 2022 year on year 69,2 persen sedangkan nasional 35,5 persen,” tandasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Pemkab Probolinggo Raih Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik oleh Ombudsman RI

Di Jatim ada tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Ada KEK JIIPE di Gresik, KEK bidang IT di Malang, dan Kawasan Industri Halal di Sidoarjo.

Itu akan meyakinkan pelaku usaha di Arab Saudi untuk memperkuat hubungan perdagangan dengan Jatim.

Kementerian Perindustrian RI bahkan mencatat nilai ekspor produk Jatim ke Arab Saudi periode Januari-Juli 2022 mencapai USD 97,98 Juta.

Sedangkan nilai impor Arab Saudi ke Jatim dalam periode yang sama mencapai USD 49,41 Juta. Sehingga surplus perdagangan Jatim ke Arab Saudi mencapai USD 48,58 Juta.

“Ada berbagai macam komoditas yang kita sudah rutin kirim ke Arab Saudi. Tiga tujuan utamanya adalah Jeddah, Dammam dan Riyadh,” ucap Gubernur Khofifah.

Berita Menarik Lainnya:  Perayaan Tahun Baru Usai, Harga Bapok di Jombang Masih Melangit

“Olahan Ikan Sarden, Cengkeh, Arang Kayu, Kopi Robusta bahkan MSG banyak kita kirim kesini. Untuk olahan sarden saja bahkan kontribusinya mencapai 35,65% dari total ekspor ke Arab Saudi,” imbuhnya.

Sementara, Jawa Timur juga tercatat masih bergantung impor dari Arab Saudi untuk beberapa item yaitu Polyproylene, Metanol, Polimer etilen, Kurma, Kulit domba, kain nonwoven, kasa, cat dari bahan akrilik atau vinyl hingga malam artifisial.

Selain komoditas yang sudah rutin tersebut, Gubernur Khofifah juga menyebut bahwa masih banyak potensi komoditas lain yang bisa ditingkatkan oleh kedua wilayah. Diantaranya adalah Alas Kaki Olahraga, Kapulaga hingga Katoda.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *