Mahfud MD Angkat Bicara, Tragedi Sepak Bola di Kanjuruhan Malang

Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mahfud MD. Sumber: Suara Nusantara

BERITABANGSA.COM-JAKARTA– Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mahfud MD, angkat bicara soal tragedi sepak bola di Kanjuruhan Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Menurutnya, pihaknya langsung menghubungi Kapolri dan Kapolda. Dia mengaku sudah dapat informasi dari Kapolri, Jenderal Listyo Sigit.
“Saya juga sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Aksi Sekdakab Jombang Panggil Peserta Gerak Jalan, Ada Apa ?
banner 1024x1023

Pemerintah menyesalkan atas kerusuhan di Kanjuruhan. Pemerintah akan menangani tragedi ini dengan baik.

Kepada keluarga korban, Mahfud, menyampaikan belasungkawa. Dia juga berharap agar keluarga korban bersabar dan terus berkordinasi dengan aparat dan petugas pemerintah di lapangan.

Biaya Ditanggung Pemda

Pemerintah Daerah Kabupaten Malang akan menanggung biaya rumah sakit bagi para korban. Baik meninggal dan perawatan.

Menurut Mahfud, sebenarnya, sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan.

Berita Menarik Lainnya:  Tak Hanya Bisa Didengar, Siaran Radio Kini Juga Bisa Ditonton

Semisal, pertandingan agar dilaksanakan sore (bukan malam), jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang.

Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh Panitia Pelaksana yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlahnya 42.000.

“Perlu saya tegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antar supporter Persebaya dengan Arema,” ujarnya.

Sebab kata dia pada pertandingan itu supporter Persebaya tidak boleh ikut menonton. Supporter di lapangan hanya dari pihak Arema.

Berita Menarik Lainnya:  Korban Tragedi Kanjuruhan, 2 Pemuda Bondowoso Dirujuk ke RSUD dr Koesnadi

Oleh karena itu, para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak napas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antar supporter.

Pemerintah telah melakukan perbaikan pelaksanaan pertandingan sepak bola dari ke waktu dan akan terus diperbaiki.

Tetapi olahraga yang menjadi kesukaan masyarakat luas ini,kerap kali memancing para supporter untuk mengekspresikan emosi secara tiba-tiba.

Sumber: https://www.instagram.com/p/CjMSkYBpgDO/?igshid=MDJmNzVkMjY=

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *