Jembatan Gantung Gladak Perak Hanya untuk R2 dan Ambulans

Jembatan gantung
Tampak pembangunan jembatan gantung Gladak Perak yang hampir selesai.

BERITABANGSA.COM-LUMAJANG – Akses jalan penghubung antara Kecamatan Candipuro dengan Kecamatan Pronojiwo segera bisa dicapai dengan memakai roda dua (R2) saja, karena penghubungnya adalah jembatan gantung Gladak Perak.

Masyarakat Lumajang, khususnya di Kecamatan Candipuro – Pronojiwo dan sekitarnya nampaknya agak sedikit bernapas lega, pasalnya jembatan gantung gladak perak ditargetkan segera rampung dan sudah bisa digunakan sebelum lebaran.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Bea Cukai Blitar Bakar 2,15 Juta Batang Rokok Ilegal
banner 1024x1453

Menurut Bupati Lumajang, Thoriqul Haq (Cak Thoriq) jembatan gantung tersebut akan diselesaikan sebelum Lebaran nanti, agar masyarakat dapat menggunakannya.

“Sesuai target, direncanakan pada 20 April 2022 jembatan ini sudah bisa digunakan. Saat ini sedang merangkai infrastruktur gantung yang tengah,” terang Bupati Lumajang, Thoriqul Haq usai meninjau pelaksanaan pembangunan jembatan gantung Gladak Perak, Kecamatan Candipuro.

Jembatan gantung yang dibagun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia itu hanya menjadi jembatan darurat, artinya hanya digunakan sementara sebelum jembatan permanen kembali dibangun.

Berita Menarik Lainnya:  Wabup Asahan Hadiri Tabligh Akbar 1443 H, dan Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah

“Jembatan tersebut menjadi jalur ekonomi masyarakat di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo,” ungkap Cak Thoriq.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Cak Thoriq, jembatan gantung tersebut hanya digunakan sebagai akses bagi kendaraan roda dua serta kendaraan darurat seperti halnya ambulans yang membawa pasien dalam kondisi darurat.

Seorang warga Kecamatan Candipuro, Didik Pramono, mengaku sangat senang dengan adanya jembatan gantung yang akan segera bisa digunakan.

Berita Menarik Lainnya:  Oknum Kasun Mlinjeng Terlibat Kasus Penipuan dan Penggelapan

“Moga nanti pas waktu lebaran, kita sekeluarga dapat bersilaturrahmi kerumah kerabat di Pronojiwo, begitu sebaliknya,” ucapnya kepada wartawan, Sabtu (16/4/2022) sore.

Selain Didik, ada juga seorang warga Kecamatan Tempursari, yang juga sangat senang jika akses Kecamatan Pronojiwo ke Kecamatan Candipuro sudah bisa diakses dengan jembatan gantung.

“Ini adalah salah satu penopang utama perekonomian masyarakat, seperti saya yang tidak harus memutar lagi seperti beberapa waktu lalu,” jawab Joni, pengusaha kopi lereng Semeru.

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 1024x697

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *