Bahtsul Masail NU Jember: Menag Yaqut Tak Terbukti Lakukan Tasybih

Bahtsul Masail NU Jember: Menag Yaqut Tak Terbukti Lakukan Tasybih
Suasana kajian bersama yang dilakukan LBM NU Jember mengenai pernyataan Gus Yaqut, Menteri Agama RI. (Foto: Istimewa)

BERITABANGSA.COM-JEMBER – Pernyataan Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas untuk mengatur pengeras suara yang berpolemik kini jadi bahan perbincangan liar di berbagai daerah.

Kondisi ini lantas mendorong Lembaga Bahtsul Masail Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (LBM PCNU) Jember menggelar kajian khusus, untuk menelaah pernyataan Menteri yang akrab disapa Gus Yaqut itu.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PCNU Jember Asep Jamaluddin Az Zahid menuturkan, pihaknya telah melakukan tabayyun atau klarifikasi. Yakni dari transkrip lengkap ucapan Menag Yaqut serta melihat langsung video penuhnya yang berdurasi 2 menit 50 detik.

Berita Menarik Lainnya:  Residivis, 5 Kali Beraksi Warga Tempeh Ini Didor

Diakuinya, jika hanya melihat video pendek hasil potongan yang beredar di media sosial, ada kesan Menag Yaqut mempersamakan suara azan dengan suara anjing menggonggong. Namun, jika melihat video pernyataan Menag Yaqut yang utuh tanpa dipotong, hal itu terbantahkan.

Asep melanjutkan, dalam pernyataan lengkapnya, Menag Yaqut sedang menjelaskan kebijakan pengeras suara masjid. Ia menilai, Menag Yaqut saat itu sedang menyontohkan jenis suara yang menimbulkan kebisingan, sehingga perlu diatur sedemikian rupa.

Berita Menarik Lainnya:  Perangi Kekerasan Seksual, UNICEF dan LPKIPI Gelar Pelatihan INSPIRE

Sehingga berdasarkan kajian LBM merujuk sejumlah kitab fiqh, Menag Yaqut tidak terbukti melakukan tasybih atau membandingkan suara azan dengan suara anjing.

“Jadi Gus Yaqut bukan sedang menyamakan suara Azan dengan suara Anjing. Tetapi konteksnya, Gus Yaqut sedang menyontohkan jenis-jenis suara, yang menimbulkan kegaduhan,” terang Asep, Selasa (01/03/2022).

Asep menjelaskan bahwa memang dalam vidio pendek yang hanya 30 detik itu, kesannya Kemenag sedang menyamakan suara azan dengan Anjing, Sehingga hal tersebut membunuh karakter Gus Yaqut.

“Tidak akan mungkin, Gus Yaqut yang berlatar belakang Pesantren akan menistakan agamanya sendiri dengan menyamakan suara Azan dengan suara Anjing,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  PCNU Bondowoso Ucapkan Bela Sungkawa pada Korban Tragedi Kanjuruhan

Oleh karena itu, Asep juga menduga bahwa sepertinya Vidio yang memviralkan pernyataan Menag ini,  kemungkinan besar bagian dari tafsir dari penyataan Gus Yaqut.

“Yang kemudian berujung pelaporan oleh salah satu oknum, lalu ditolak oleh Mabes Polri,” katanya.

Maka dari itu, Asep mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya begitu saja, dengan konten yang sedang viral di media sosial, sebelum melakukan konfirmasi.

“Kita harus mencari perbandingan, vidio pendek dan juga vidio panjangnya, kemudian kita melakukan tabayun.” pesannya.

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 1024x697

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *