Sinergitas TNI, Polri dan Pemerintah kota Surabaya Atasi Klaster Baru

Beritabangsa.com, Surabaya – Penyekatan dilakukan oleh pemerintah kota Surabaya dan Bangkalan, terkait meledaknya Klaster baru covid-19.

Pemerintah Surabaya dan Bupati Bangkalan bekerjasama dengan TNI dan Polri bahu membahu memerangi persebaran covid-19 yang pada Minggu terakhir ini menunjukkan kenaikan di level waspada.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1453

Untuk itu semenjak Minggu, 06/06/2021, jajaran pemerintah kota Surabaya, TNI dan Polri dalam hal ini Polres Pelabuhan Tanjung Perak turun tangan guna membantu lancarnya penyekatan dan tes swab.

Seperti halnya pada hari ini, Selasa, (08/06/2021), Walikota Surabaya, Eri Cahyadi turut serta pula meninjau dan memberikan pengarahan kepada masyarakat yang akan masuk ke Surabaya agar melakukan tes swab.

Berita Menarik Lainnya:  Beraksi 7 Lokasi, Dua Bandit Jalanan Dibekuk Polisi

Hal itu dilakukan untuk mendeteksi gejala awal terjangkitnya virus dengan klaster baru dan apabila menunjukkan positif covid-19, maka warga yang terjangkit akan segera di karantina, dan segera dilakukan tindakan pencegahan.

“Saya harap warga jangan kabur kalau sudah positif covid-19, agar pihaknya bisa memberikan pengobatan secara maksimal,” papar Eri Cahyadi saat ditemui awak media ini.

Lebih lanjut masih menurut mantan Bappeko, pihaknya menyayangkan atas kejadian kaburnya warga yang positif covid-19 oleh karena hal yang tidak mereka pahami.

“Kasihan keluarga dan warga sekitar toh, kalau sudah positif covid-19, terus kabur, nanti yang lainnya malah ikut tertular, insyaallah dengan perawatan dan kinerja yang profesional, covid-19 bisa disembuhkan,” imbuhnya.

Berita Menarik Lainnya:  Bertahan di Masa Pandemi, Strategi Pengusaha Mebel di Probolinggo Tawarkan Keunikan

Sementara dari jajaran polres pelabuhan Tanjung perak tampak sibuk mengatur lalulintas dan mengarahkan pengendara untuk melakukan tes swap, yang dikomandani langsung oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum.

Menurut Ganis Setyaningrum, Surabaya dan Madura harus bersatu agar terbebas dari pandemi, pihaknya tidak akan berhasil, apabila tidak ada kerjasama yang baik dan terarah. Kemudian kesadaran dari masyarakat juga harus menjadi perhatian.

“Kita melakukan ini adalah merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap warga Surabaya dan Madura agar secepatnya terbebas dari covid-19,” jelasnya.

Namun demikian, lanjut Ganis, pihaknya butuh kesadaran dari masyarakat dan yang terpenting adalah rasa persatuan yang kuat dari semua lini agar senantiasa memberikan dukungan moril kepada warga yang positif covid-19 dengan klaster baru.

Oleh karena ketidaktahuan merekalah, maka ada kejadian kaburnya warga yang positif covid-19, maka untuk menyikapi kejadian tersebut pihaknya melakukan pendekatan persuasif dan memberikan pengertian terhadap pasien.

Berita Menarik Lainnya:  Jokowi Ungkap Peran Ulama NU di Masa Pandemi

“Melalui pendekatan dan kasih sayang, insyaallah warga yang positif, akhirnya mengerti, sehingga bisa diintervensi secara dini dan pasien kembali sehat,” paparnya.

“Jogo Suroboyo dengan persatuan, seperti bersatunya pahlawan kita dulu dalam merebut kemerdekaan, demikian pula kasus Covid-19 ini, kita harus lawan dengan persatuan,” lanjut Ganis.

Tidak itu saja, masih kata perempuan asal Malang ini, pihaknya berharap dalam kegiatan penyekatan tersebut mengharapkan dukungan dan kerjasama dari masyarakat agar pelaksanaan swap berjalan dengan lancar.

“Swab lancar, Surabaya dan Madura khususnya menjadi sehat, kemudian Indonesia pun kembali normal,” pungkas satu-satunya Kapolres perempuan di Polda Jatim tersebut.

Reporter : Mawardi
Publisher : Maab

banner 1024x1280
banner 1024x697

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *