PT Djasa Ubersakti Tbk Dapat Proyek KPK Senilai Rp59,99 Miliar

Beritabangsa.com – PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU), baru saja mendapatkan tambahan kontrak baru dari proyek Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) senilai Rp59,99 miliar.

Proyek baru tersebut yaitu Konstruksi Pekerjaan Pembangunan Gedung Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan KPK di Jakarta.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1023

Perjanjian kontrak tersebut dilakukan pada Senin, 31 Mei 2021 di Jakarta antara Heru Putranto selaku Direktur Utama PTDU mewakili perseroan dalam penanda tangan kontrak tersebut, sedangkan dari pengguna jasa yaitu KPK diwakili oleh Tezar Fajrul Rozie selaku Pejabat Pembuat Komitmen Biro Umum.

Berita Menarik Lainnya:  Burhan Akbar LSM GMBI Distrik Pasuruan Raya Apresiasi Kinerja Bina Marga Pasuruan

Berdasarkan pernyataan manajemen Djasa Ubersakti dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), proyek yang dananya dibiayai dari DIPA (Daftar Isian Pelaksana Anggaran) KPK Tahun 2021 memiliki total nilai kontrak sebesar Rp 59,99 miliar.

“Nilai kontrak tersebut sebesar Rp59,99 miliar yang dibiayai dari DIPA KPK tahun 2021,” tulis manajemen Djasa Ubersakti dalam keterbukaan informasi, Rabu (2/6/2021).

Selain melaksanakan Pekerjaan Pembangunan Gedung Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan KPK sebagai pekerjaan utama, PTDU juga melakukan proses sertifikasi green building, melakukan proses sertifikasi SLF, dan melaksanakan seluruh ketentuan dalam kerangka acuan kerja sesuai perjanjian kerja.

Berita Menarik Lainnya:  Daftar 10 Proyek di Bondowoso Dengan Harga Dibawah 80 Persen

Sertifikasi green building atau Greenship merupakan sebuah produk sistem rating yang dikeluarkan oleh sebuah organisasi non profit bernama Green Building Council Indonesia untuk bangunan yang memperhatikan praktik bangunan ramah lingkungan.

Sedangkan Sertifikat Laik Fungsi atau SLF merupakan sertifikat yang menyatakan jika suatu bangunan telah memenuhi persyaratan kelaikan teknis dan aman untuk digunakan.

PTDU merupakan kontraktor swasta nasional yang mulai melakukan proyek konstruksi sejak tahun 1971. Perusahaan ini tercatat di BEI dan baru melantai 6 bulan lalu setelah melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 8 Desember 2020.

Berita Menarik Lainnya:  Hari Pertama PPKM Darurat, Wagub Emil Tinjau Sentra Vaksinasi dan Ruang Isoman di Tuban juga Lamongan

Portofolio proyek pperseroan meliputi pembangunan apartemen, rusun, hotel, pusat perbelanjaan, pabrik, sekolah, dan tempat ibadah.

Pada penutupan perdagangan Rabu (2/6), saham PTDU ditutup di zona hijau, naik 2,69% ke level Rp 2.670/saham.

Dalam sebulan saham ini tumbuh75,08% dan sejak melantai di bursa menguat hingga191,80%. Kapitalisasi pasar PTDU adalah sebesar Rp 4,01 triliun.

Reporter : Ali Wafa
Publisher : Maab

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *