Panggil Direksi PT Bahana Line Penyidik Polda Jatim Risih Dikonfirmasi Wartawan

PT Bahana Line. BBM
Suasana Ditreskrimum Polda Jatim, Rabu (16/11/2022)

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Penyidik Kepolisian Daerah Jawa Timur, diduga risih dikonfirmasi setelah rencana pemeriksaan dua Direksi PT Bahana Line tercium wartawan. Terbukti penyidik mengelak dikonfirmasi.

Penyidik Direktorat Reserse Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Jawa Timur, dijadwal Rabu (16/11/2022) siang, memeriksa dan memintai keterangan dua Direksi Bahana Line, terkait dugaan penggelapan BBM ke kapal Meratus, dan TPPU. Hal itu setelah pemanggilan Jumat, 11 November 2022 tidak hadir.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  LPM Suramadu Kirim Anggota Bantu Kelancaran Haul Solo
banner 1024x1453

Saat dikonfirmasi, Komisaris Polisi Sedana, Unit V Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, menutupi. Dia mengelak telah melakukan pemanggilan itu. Dia juga ogah memberikan penjelasan.

Padahal faktuilnya, Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang diterbitkan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim dan surat panggilan dilayangkan untuk menghadap di unitnya.

Kasus ini adalah lanjutan kasus dugaan penggelapan BBM untuk kapal PT Meratus Line.

Berita Menarik Lainnya:  Lapas Kelas IIB Probolinggo Gelar Ziarah dan Tabur Bunga ke TMP

Sumber media ini, menyebut kedua petinggi PT Bahana Line yang akan diperiksa adalah purchasing manager berinisial TR dan seorang direktur berinisial AAH.

Keduanya statusnya masih sebatas sebagai saksi pada perkara baru pengembangan dari perkara sebelumnya, dugaan penipuan dan penggelapan BBM yang melibatkan 17 tersangka yang sudah P21.

Sejumlah wartawan termasuk media ini, berusaha mengkonfirmasi secara offline di Reskrimum Polda, Selasa dan Rabu, siang. Namun, prosedur bertemu Direktur Krimum sangat ketat.

Berita Menarik Lainnya:  SMA Antartika Dijarah Maling, Uang Ratusan Juta Raib

Bahkan oknum polisi di kantor ini, menegaskan wartawan tidak bisa menemui penyidik. Dia mengarahkan konfirmasi ke Humas Polda Jatim.

Kasubid Humas Polda Jatim, AKBP Sinwan, tidak bisa berkomentar karena tidak ada yang bisa diperoleh dari penyidik.

“Gak tahu saya. Kalau penyidik tidak merilis dan tidak memberi informasi yaa kita tidak tahu apa-apa,” ujarnya.

banner 600x310

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *