MOU dengan BWI, Unusa Ingin Kembangkan Perwakafan Indonesia Melalui Sektor Ekonomi dan Pendidikan

Keterangan foto : Penandatanganan MoU dibarengi dengan Launcing E-Services Nazhir yang dilakukan BWI.

Beritabangsa.com, Surabaya – Badan Wakaf Indonesia (BWI) melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) untuk mengembangkan dan memajukan perwakafan di Indonesia utamanya memajukan perekonomian, pendidikan serta kualitas hidup dari masyarakat Indonesia melalui wakaf. Penadatanganan ini dilakukan secara digital, Kamis (1/7/2021).

Penandatanganan dibarengi dengan Launcing E-Services Nazhir yang dilakukan BWI. Pendatanganan MoU dilakukan oleh Ketua Badan Pelaksana BWI Prof. Dr. Ir. Moh Nuh, DEA dengan Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Cegah Korupsi, PT Loka Refractories Wira Jatim MoU dengan Komite Advokasi Daerah
banner 1024x1453

Dalam sambutannya, Jazidie mengakui jika kerjasama dengan BWI menjadi tantangan tersendiri bagi Unusa dalam mempelajari perwakafan dan melakukan edukasi wakaf kepada masyarakat luas. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen serta mahasiswa, Unusa siap untuk mengedukasi serta mensosialisasikan wakaf.

Jazidie menjelaskan, kultur masyarakat Indonesia yang senang membantu, peduli dengan sesama, akan menjadi lebih baik.

Berita Menarik Lainnya:  Mengenang Kepergian Kiai Panutan, KH Achmad Shofwan

“Adanya E-Sevices Nazhir juga membuat masyarakat bisa menjadi Nazhir dengan mudah, sehingga implementasi wakaf akan lebih baik pula disamping Nazhir lebih bisa dipercaya,” ungkapnya.

Sementara Ketua Badan Pelaksana BWI, M. Nuh menjelaskan, perkembangan teknologi digital menjadi salah satu alasan BWI meluncurkan E-Services Nazhir. Ini untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan wakaf uang.

Berita Menarik Lainnya:  Unik, Papan Nama "ADD (Anggaran Dana Dhibik)" Warga di Bondowoso Iuran Bangun Jalan

“Dengan nazhir yang dapat dipercaya membuat masyarakat semakin trust dalam pengelolaan wakaf uang,” katanya.

Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Periode 2009 – 2014 ini menjelaskan, jika nazhir dipercaya maka wakif pun akan merasa aman dalam mewakafkan uangnya.

“Karena akan dikelola dengan baik oleh nazhir,” jelas Nuh.

Reporter : Ali Wafa
Publisher : Maab

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 1024x697

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *