Memo Ardian: Terpaksa Kami Lakukan Tembak Mati Gembong Narkotika

Surabaya, Beritabangsa.com – Polisi tidak main main dalam memberantas peredaran  Narkoba, kali ini kembali menembak mati gembong narkotika yang selama di incar oleh jajaran Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Pria berinisial F tersebut, berusia 32 tahun dan di ketahui menjadi pemasok sabu, tersangka sudah lakuka bisnis haram ini sudah berjalan selama satu tahun dan masuk dalam daftar level 3 bagian pemasok di wilayah Madura, Malang, Surabaya juga Pasuruan ke beberapa daerah di jawa timur.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Relawan Sang Kiai : Interpelasi Lanjut, Kami Kawal Kiai Salwa ke Kantor DPRD Bondowoso
banner 1024x1453

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian mengatakan, pelaku F ini adalah juga termasuk dari jaringan Pelaku narkotika yang berhasil tertangkap lebih dulu dan ditengarai juga terlibat jaringan Internasional.

“Barang bukti yang berhasil kita amankan mencapai puluhan kilo gram. Kalau dibilang levelnya dia ini sudah level 3 bagian pemasok dan bekerja selama 1 tahun,” kata AKBP Memo,(12/9/2020).

Untuk.diketahi, Memo belum merinci jumlah sabu yang diamankan oleh Unit Idik I itu serta dari mana asal sabu yang diedarkan kebeberapa wilayah oleh pelaku ini.

Berita Menarik Lainnya:  NU Care Lazisnu Jawa Timur Santuni Kaum Disabilitas di Surabaya

“Detailnya, nanti pimpinan (Kapolrestabes) yang akan menjelaskan dalam giat press rilis,” ungkap Memo.

Memo memaparkan kronologi penembakan, berawal dari tersangka yang sudah di amankan terlebih dahulu dan mengarah ke tersangka F yang berada di salah satu apartemen namun pelaku F tidak berada di lokasi, dan pelaku F di temukan di tempat yang berbeda.

“Namun pelaku ketika akan dilakukan penangkapan, terpaksa ditindak tegas dengan ditembak mati karena berusaha kabur dan melakukan perlawanan pada saat akan dibekuk.” jelas Memo.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Salwa Minta Dukungan Pengembangan Ijen Geopark Saat Bertemu Menteri PPN

Karena tindakan yang dilakukan pelaku sangat mengancam dan membahayakan nyawa petugas, Maka ditindak tegas terukur. Saat itu, Pelaku sempat mendapatkan pertolongan dengan dibawa ke rumah sakit, namun dalam perjalanan nyawanya tak tertolong.

“Kasus ini akan terus dikembangkan, petugas akan koordinasi dan bekerja sama dengan Polda Jatim, BNNP guna mengungkap jaringan level 2 hingga level 1. bahkan DEA (drug enforcement administration) juga akan dihadirkan karena berhubungan dengan jaringan internasional.” pungkasnya.

Reporter : Mooch

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 1024x697

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *