Karena Pandemi, Tempat Wisata di Bondowoso Tutup Selama Libur Lebaran

Beritabangsa.com, Bondowoso – Pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum berakhir, bahkan dalam beberapa bulan kasus pasien positif terus bertambah. Dalam rangka menghindari kerumunan saat libur lebaran.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, melalui Kabid Pariwisata Disparpora (Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Bondowoso, Arif S Raharjo,
memastikan menutup semua destinasi wisata selama sepekan semenjak Hari Raya Idul Fitri.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Sejumlah Lembaga Pemantau Pilkada Mojokerto Resmi Terakreditasi oleh KPU
banner 1024x1453

“Ya tujuh hari setelah penetapan hari raya. Kalau 13 Mei, maka penutupan objek wisata hingga Rabu 19 Mei 2021,” paparnya.

Pihaknya juga mengandeng Polisi Pariwisata (Polpar), yang nantinya akan berkeliling ke setiap objek wisata. Sementara untuk objek wisata alam kata dia, seperti Kawah Wurung, Kawah Ijen, Solor dan sebegainya diberikan tanda bahwa dilarang masuk.

“Pastinya juga tidak ada petugas yang menjual tiket. Kami juga minta bantuan polisi pariwisata agar mengecek dan keliling mulai Jumat 14 Mei hingga selesai penutupan,” paparnya.

Berita Menarik Lainnya:  Jelang Lebaran, Pusat Pembelanjaan di Probolinggo Padat Pengunjung

Sementara untuk wisata desa, pihaknya sudah menyampaikan ke pihak pengelola. “Nanti Bumdes atau kelompok sadar wisata yang akan memantau penutupan,” jelansnya.

Disparpora selaku OPD teknis, secara proaktif malakukan pemantauan secara rutin selama libur Hari Raya Idul Fitri. “Tentunya terjadwal setiap hari,” terangnya.

Menurutnya, total ada 37 titik objek wisata di Kabupaten Bondowoso, yang dipastikan semuanya ditutup selama libur hari raya.

“Kalu ada masyarakat yang berwisata secara ilegal, petugas kita yang keliling mengingatkan secara preventif dan persuasif. Pastinya dibubarkan atau disuruh pulang,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Dituding Jassmass Bela Purel, Mahfudz: Mereka Hanya Pengamen

Sementara itu, Kapolres Bondowoso, AKBP Erick Frendriz mengatakan, pihaknya pasti mengamankan tempat wisata hingga tujuh hari setelah lebaran.

“Antisipasi kita bukan hanya tempat wisata, tetapi tempat yang ramai dikunjungi seperti Bendungan Sampean Baru. Itu nantinya yang akan kita jaga,” jelasnya.

Selain itu, kata Erick, untuk memastikan objek wisata yang tutup, pihaknya akan melakukan patroli yang dilakukan secara bergilir selama libur Hari Raya Idul Fitri. “Kita pastikan wisata itu tutup. Ada petugas yang patroli,” tutupnya.

Reporter : Muslim
Publisher : Maab

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 1024x697

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *