Kapolres Tanjung Perak Apresiasi Launching Center Of Women Empowerment in Law Enforcement Unair

Beritabangsa.com, Surabaya – Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum, S.Si, MH, mengapresiasi atas dilaunchingnya Center of Women Empowerment in Law Enforcement Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair).

AKBP Ganis Setyaningrum menyambut baik dilaunchingnya Center of Women Empowerment in Law Enforcement. Ia menyampaikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan tidak boleh dibiarkan di masyarakat dan harus ditindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Eri Cahyadi-Armuji Resmi Direkom PDIP di Pilwali Surabaya
banner 1024x1453

“Segala bentuk upaya untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan tidak boleh ditunda lagi. Apalagi, mayoritas kasus kekerasan terhadap perempuan berada pada ranah domestik, tekanan psikologis yang lebih dalam pun semakin menyertai penyintas, terutama dengan berbagai batasan untuk keluar rumah akibat pandemi covid-19,” ungkapnya saat menghadiri undangan launching Center of Women Empowerment in Law Enforcement Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) Kampus B. Kamis, (29/4/2021).

Dirinya berharap Center of Women Empowerment in Law Enforcement dapat memberikan advokasi, sosialisasi, dan pemahaman yang masif bagi masyarakat terkait pentingnya penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan yang berbasis gender.

Berita Menarik Lainnya:  Civitas Akademik Unair Wajib Gunakan Aplikasi Pedulilindungi

Pelaksanaan launching ini dihadiri sejumlah tokoh-tokoh perempuan yang kini berkarir di kepolisian. Termasuk Brigjen Pol Juansih, Kombes Pol Yuli Cahyani, AKBP Yayuk dan AKP Yuliani Ratih.

Diungkapkan Brigjen Pol Juansih, Polwan yang sekaligus menjadi ketua Center of Women Empowerment in Law Enforcement, bahwa wadah ini merupakan bentuk kolaborasi antara Polwan RI dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga.

Tujuannya untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman, edukasi, sosialisasi, serta pendampingan yang difokuskan bagi perlindungan perempuan dan anak.

“Wadah ini kami harapkan bermanfaat bagi perempuan, terutama mereka yang bergerak di bidang penegakan hukum,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  Kapolres Pimpin Seleksi Atlet Pencak Silat Remaja Piala Kapolda 2021

Berdasarkan catatan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), sepanjang 2020 terdapat 7.464 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dewasa, di mana 60,75% di antaranya merupakan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Korban kekerasan membutuhkan berbagai layanan spesifik dan berperspektif gender. Penyedia layanan tidak boleh menyudutkan atau menyalahkan korban terhadap kekerasan yang menimpanya.

Mereka juga harus diberikan pemahaman bahwa seringkali korban merasa tidak berdaya secara psikis, sehingga tidak memiliki kekuatan atau keberanian untuk melawan atau kabur dari peristiwa itu.

Reporter : Ali Wafa
Publisher : Atho’illah

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 1024x697

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *