Jombang Marak Narkoba, Kapolres Sebut Desa Jadi Ujung Tombak

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho
Ketetangan foto : Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho

Beritabangsa.com, Jombang – Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho sebut, desa akan menjadi ujung tombak untuk meminimalisir peredaran narkoba di Kota Beriman.

Nantinya, desa akan menjadi benteng pertama dalam mengawasi masyarakat agar terhindar dari perbuatan yang dilarang secara hukum tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1023

“Ini merupakan instruksi langsung dari Kapolri terkait pembentukan Kampung Tangguh Bersih Narkoba. Dimana kami dari institusi penegak hukum mengajak masyarakat untuk menjaga situasi dari peredaran narkoba. Jadi nantinya pihak Pemerintah desa untuk menjaga masyarakat nya dari peredaran narkoba,” ucapnya pada media, Rabu (16/6/2021).

Berita Menarik Lainnya:  Wamendag Sebut Revitalisasi Pasar Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional

Menurut Agung, dalam memberantas narkoba, aparat penegak hukum tidak dapat bekerja sendiri, sehingga dibutuhkan elemen masyarakat untuk ikut membantu. Desa sebagai ujung tombaknya, guna memperlancar program tersebut, nantinya akan di follow up dengan pelatihan yang akan di fasilitasi oleh SatResnarkoba Polres Jombang.

“Nantinya ada pelatihan kepada desa, dari Resnarkoba Polres Jombang. Seperti penanganannya harus seperti apa, ciri-ciri pengguna narkoba itu seperti apa, dan pelatihannya nanti seperti apa untuk masyarakat di desa. Dari BNNK Mojokerto juga nanti ada program pelatihan khusus,” kata Agung.

Berita Menarik Lainnya:  Forpimda Bondowoso Geruduk Mapolres, Beri Kejutan di HUT Bhayangkara ke-76

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNN Kota Mojokerto AKBP Suharsi,  mengatakan BNN dan Polres bersinergi untuk menjalin kerjasama guna meminimalisir peredaran narkoba khususnya di Jombang.

“Karena Kabupaten Jombang juga masuk wilayah pantauan dari BNNK Mojokerto, sinergi sangat diperlukan untuk mengantisipasi peredaran narkoba,” bebernya.

Apalagi, Kabupaten Jombang dalam kasus peredaran narkoba selalu masuk 10 besar di Jawa Timur dengan peredaran kasus tertinggi.

Berita Menarik Lainnya:  Menko PMK Apresiasi IKA ITS Donasikan 530 Gawai Untuk PJJ

“Jombang masuk dalam kasus peredaran kasus tertinggi di Jatim. Sekarang kalau tidak salah urutan ke 10. Sebelumnya urutan ke 5, berarti ada penurunan kasus narkoba,” ucap Suharsi.

Dengan adanya kampung tangguh bersih narkoba, Suharsi berharap, kedepannya Jombang bisa bersih dari narkoba.

“Semoga seluruh desa di Kabupaten Jombang bisa bersih dari narkoba,” pungkasnya.

Rencanannya, Kampung Tangguh Bersih Narkoba ini akan dibentuk di 306 desa di Jombang dari 21 kecamatan.

Reporter : Anggit Puji
Publisher : Maab

banner 600x310

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *