Dikbud Bondowoso Utus Tim Ke Rumah Siswa Difabel SMPN 2 Tamanan

Bondowoso, Beritabangsa.com – Setelah ramainya pemberitaan tentang siswa difabel SMPN 2 bernama Muhammad Hendra Afriyanto, yang diminta mengundurkan diri dari kelas VII oleh guru dan kepala sekolah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) bergerak cepat dengan mengutus tim untuk mendatangi kediaman siswa tersebut.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Haeriah Yuliati, dikonfirmasi Rabu (5/8/2020), mengaku telah menerjunkan tim untuk turun langsung ke sekolah.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Dampak Covid-19, IKANUHA Bagikan Ratusan Paket Sembako
banner 1024x1453

“Tim sudah turun hari ini,” ungkapnya.

Ia sendiri masih belum bisa memberikan informasi lebih lanjut. Karena, masih akan menunggu hasil monitoring permasalahan ini.

Diberitakan sebelumnya, siswa difabel SMPN 2 bernama Muhammad Hendra Afriyanto, warga Desa Kemuning, Kecamatan Tamanan itu diminta mundur karena keterbatasan fisiknya sebagai ABK daksa yang dinilai oleh guru sebagai kendala untuk mengikuti pendidikan di sekolah tersebut.

Akibat peristiwa tersebut, bocah polos ini menangis tersedu dan masih trauma.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Tamanan, Murtaji, membantah pihaknya meminta Hendra untuk mengundurkan diri dari sekolah. Ia menyebut, justru orang tua Hendra sendiri yang berinisiatif meminta untuk anaknya mundur dari SMPN 2 Tamanan.

Berita Menarik Lainnya:  UCC Buka Loker Lulusan Unusa di Virtual Job Fair

“Tidak benar itu. Jadi kemarin orang tuanya datang ke sekolah, minta konsultasi. Ibunya sendiri kok, yang bilang, ingin memindahkan anaknya ke SLB,” ujar Murtaji saat dikonfirmasi melalui telepon pada Selasa (04/08/2020) pagi.

Murtaji menegaskan, kedatangan orang tua Hendra ke sekolah, murni atas inisiatif sendiri, bukan karena dipanggil pihak SMPN 2 Tamanan. Atas permintaan “pengunduran diri” Hendra itu, pihak sekolah mengaku masih akan merapatkannya.

Berita Menarik Lainnya:  Launching BMTNU Jambesari Gerakan Ekonomi Umat

“Ini kita masih koordinasi, tapi tetap sekolah di sini. Memang sekolah di Bondowoso, harus menerima. Memang di sini, ada yang seperti itu, tapi bisa menulis. Sudah ya, saya masih ada urusan rapat, nanti kita sambung lagi ya,” ujarnya.

Usai dikonfirmasi, menurut Suyadi dan Asyati, orang tua Hendra, ada tiga orang guru yang mendatangi mereka. Untuk menyampaikan permohonan maaf. Mereka juga membawa kembali buku pelajaran milik Hendra yang sebelumnya sudah dikembalikan kepada pihak sekolah.

Reporter : Muslim

banner 1024x1280

Pos terkait

banner 600x310

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *